Posted by: rajaplagiat | August 25, 2010

Olahraga Digantara, Olahraga Yang Menakjubkan

Olahraga Digantara, Olahraga Yang Menakjubkan

Olahraga dirgantara adalah olahraga ekslusif yang penuh tantangan, beresiko tapi sebaliknya juga merupakan olahraga yang menakjubkan. Kegiatan olahraga dirgantara selalu memukau masyarakat, sehingga dimanapun dan kapanpun kegiatan itu diselenggarakan, akan selalu menarik perhatian masyarakat.

Berbagai cabang olahraga yang diperlombakan, selain merupakan tontonan yang menarik juga menimbulkan rasa penasaran untuk mencoba. “Melayang-layang di angkasa luas, rasanya seperti berenang saja dan tidak akan terlupakan, membuat saya ingin berlama-lama di sana”, komentar seorang pengunjung yang baru saja turun dari terjun tandem.

Berikut diuraikan masing-masing cabang olahraga dirgantara yang dibina oleh PB. FASI, meliputi:

Terjun Payung (Terpa)
Terbang Layang (Terla)
Aeromodelling (Amod)
Microlight (Mili)
Trike (Gantole Bermotor)
Paramotor
Ultralight (Pesawat ringan bermotor)
Pesawat Bermotor (Wattor)
Layang Gantung (Laga)
Paralayang
Gantole
Swayasa (Swasa)


Kunci Sukses
Kunci sukses olahraga dirgantara adalah apabila tidak ada kecelakaan. Atau zero accident. Di balik menariknya olahraga dirgantara yang identik dengan teknologi sebenarnya olahraga dirgantara ini juga mempunyai risiko tinggi. Karena itu faktor keselamatan menjadi kunci utama. Kewaspadaan akan keselamatan itu ditingkatkan, Untuk itu,diperlukan pedoman berupa buku petunjuk tentang prosedur keselamatan.

Dari berbagai sumber

Audi Yudhasmara

KORAN ANAK INDONESIA, Yudhasmara Publisher

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta PusatPhone : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com

http://korananakindonesia.wordpress.com/

Koran Anak Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved

Filed under: 1-PENDIDIKAN, 1.j.Pendidikan Agama Islam Tagged: Olahraga Digantara, Olahraga Yang Menakjubkan

Posted by: rajaplagiat | August 25, 2010

Olahraga Terjun Payung, Olahraga Yang Sangat Menantang

Terjun Payung, Olahraga Yang Sangat Menantang

Olahraga bukan sekedar rekreasi tetapi juga untuk mengejar prestasi. Dalam mencapai tujuan baik untuk rekreasi atau prestasi, olahraga terdiri dari berbagai macam resiko dan tantangan. Olahraga dengan tantangan yang sangat besar salah satunya adalah Terjun Payung.

Terjun payung adalah aktivitas yang melibatkan terjun dari sebuah pesawat terbang menggunakan parasut yang dapat dibentangkan.

Sejarah awal terjun payung tidak jelas. Diketahui Andre-Jacques Garnerin membuat lompatan parasut dari balon udara panas di tahun 1797. Pertandingan awal dapat dilacak pada tahun 1930-an, dan menjadi olahraga internasional pada tahun 1951.

Olahraga dirgantara selalu memukau masyarakat, sehingga di manapun dan kapanpun, kegiatan itu diselenggarakan, akan selalu menarik perhatian masyarakat. Salah satunya adalah terjun payung.

Selain mengandalkan teknik, olahraga terjun payung memacu adrenalin dan membutuhkan nyali besar. Pasalnya, olahraga ini cukup menantang maut. Olahraga ini memang tontonan yang menarik dan menimbulkan rasa penasaran untuk mencoba. “Bukan hanya nyali, tapi prosedur keselamatan juga harus diperhatikan. Kalau kita melaksanakan aturan yang ada dengan benar, tentu risiko bahaya pun semakin kecil. Pokoknya safety first,” kata Nisfu Chasbullah, Chairman Persatuan Olahraga Dirgantara (Pordiga) Terjun Payung.

Ada tiga jenis karakter terjun payung, yaitu ketepatan mendarat, kerja sama di udara, dan kerja sama antarkanopi. Masing-masing jenis ini mempunyai karakter tingkat kesulitan dan karakter kepuasan tersendiri. “Jika kita terjun di nomor ketepatan mendarat, tentu kepuasan itu datang apabila kita bisa menginjak “titik zero” di titik biru. Ini bukan hal yang mudah mengingat kita harus memperhitungkan saat di udara. Tapi bila kita berhasil melakukannya, itu adalah lompatan yang sempurna,” kata Nisfu.

Begitu pula dengan kerja sama di udara dan antarkanopi. “Kalau kerja sama berjalan dengan baik, tentu merupakan kepuasan. Sebab, itu adalah satu hal yang dilakukan secara bersama-sama. Mereka harus berkonfigurasi dan merencanakan sesuatu itu dari atas awan sampai nanti di darat,” jelasnya.

Melayang-layang di angkasa luas, rasanya seperti berenang dan meinggalkan memori tersendiri. Bercengkerama dengan awan memang memberikan kepuasan lebih. Melihat pemandangan yang terbentang luas dari atas awan begitu memanjakan mata. Melayang seperti burung di antara embusan angin sejuk pegunungan merupakan sensasi tersendiri. Pemandangan daratan begitu memukau bila diliat dari atas. Semua yang ada di daratan hanya titik kecil. Bumi memang tak berujung, dimensi pandangan mata sungguh tak terbatas. Di situlah kita sadar akan kebesaran Tuhan.

Sekilas, olahraga ini lumayan menguras kocek. Pasalnya, sebuah pesawat sangat diperlukan untuk melakukan lompatan. Selain itu, harga peralatan penunjang seperti Canopi, Harness & Container, Payung Cadangan, Altimeter, Googles (kacamata), Jumpshoot, dan Helm mencapai kurang lebih Rp 36 juta. Kendati demikian, Nisfu membantah bahwa terjun payung adalah olahraga yang cukup mahal. Menurutnya, banyak cabang olahraga lain yang jauh lebih mahal ketimbang terjun payung. “Misalnya olahraga yang berhubungan dengan otomotif. Pasti itu memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk perawatan dan hal lainnya. Terjun payung itu olahraga yang relatif tidak mahal. Buktinya ada juga penerjun yang berasal dari kalangan mahasiswa yang notabene mereka mempunyai keterbatasan dana,” ungkapnya.

Sejarah Terjun Payung
Sudah lama manusia ingin melakukan penerjunan, namun tidak dapat dilaksanakan karena belum ada peralatan memadai. Akhirnya, sekitar tahun 1617, Fausto Veranzio menjadi manusia pertama yang melakukan penerjunan dari sebuah menara di Venesia, Italia, dan mendarat dengan selamat menggunakan alat yang mirip parasut. Sedangkan penerjunan dari suatu benda terbang, baru dilaksanakan untuk pertama kalinya sekitar tahun 1797, yaitu oleh Andre Jacques Garrnerin di Paris, Perancis, dari sebuah balon tyudara.

Sekarang terjun payung dilakukan sebagai aktivitas rekreasional dan olahraga kompetitif.

Jenis

Terdapat sejumlah jenis olahraga terjun payung

Salto
Skysurfing
Formasi kanopi
Salto tandem
Gaya terjun bebas
Terbang bebas

Leslie Irvin yang diselamatkan oleh parasut dalam suatu kecelakaan di Inggris, merasa berhutang budi pada perlengkapan itu. Sejak peristiwa yang terjadi pada tahun 1919 itulah akhirnya ia membaktikan seluruh sisa hidupnya untuk mengembangkan dan menyempurnakan teknologi dan sistem parasut.

Marsdya TNI (Pur) Budiarjo, menjadi orang Indonesia pertama yang memanfaatkan parasut, yaitu saat ia bertugas sebagai telegrafis (RTU) di sebuah pesawat pembom Glen Martin, mengalami kerusakan dan terpaksa terjun menggunakan parasut. Penggunaan parasut dalam operasi militer di Indoensia untuk pertama kalinya dilaksanakan dalam suatu Operasi Lintas Udara, yaitu tanggal 17 Oktober 1947 di Kotawaringin, Kalimantan di mana diterjunkan 13 orang anggota Pasukan Gerak Tjepat AURI untuk mempertahankan keutuhan wilayah nasional untuk melawan penjajah Belanda. Namun orang yang pernah terjun payung di Indonesia adalah anggota Angkatan Udara Belanda, Pembantu Letnan A.J. Oonine, di Pangkalan Udara Kalijati, tanggal 30 Desember 1930.

Terjun Payung di Indonesia
Tuti Gantini, putri angkat Kolonel Udara R.H. Wiriadinata, menjadi orang sipil pertama yang terjun payung (statik). Peristiwa bersejarah itu disusul oleh delapan orang wartawan asal Jakarta dan Bandung yang mengikuti pendidikan Sekolah Para Angkatan Udara pada angkatna ke-42 di Margahayu, Bandung. Mereka masih menggunakan payung Ervin buatan Inggris dalam Perang Dunia II dan payung D-1 dengan selubung buatan Sovyet. Mereka dilatih mendarat dengan system tumbling dan push. Dalam perkembangannya, Angaktan darat, Laut, Udara dan Kepolisian melatih para pemuda yang sebagian besar terdiri dari mahasiswa untuk terjun freefall. Semula mereka menggunakan payung bundar seperti Ervin dan Para Commander, tapi kemudian menggunakan berbagai jenis payung square yang jauh lebih canggih.

Namun terjun payung sebagai olahraga, baru diperkenalkan di Indonesia untuk pertama kalinya tahun 1962 oleh Mladen Milicevic (Mica), seorang yang berkebangsaan Yugoslavia, yang saat itu diperbantukan di Sekolah Para Komando TNI AD di Batujajar. Sejak itu, terjun payung berkembang menjadi sebuah olahraga yang semakin digemari. Perkumpulan terjun payung pertama adalah AVES didirikan di Bandung oleh para mahasiswa ITB bersama wartawan Trisnoyuwono tanggal 29 Juli 1969. Akhirnya olahraga terjun payung pun mulai berkembang pesat. PUncaknya, tanggal 17 Januari 1972, klub-klub terjun payung yang terdapat di Indonesia (62 klub) sepakat untuk bergabung dalam induk organisasi Federasi Aero Sport Indonesia (FASI).

Cabang olahraga ini tak bisa lepas dari kemajuan teknologi, yang mampu menciptakan peralatan-peralatan baru yang semakin hari semakin canggih. Penggunaan peralatan baru tersebut oleh para atlet memungkinkan dilakukannya manuver-manuver baru di udara yang sulit dilakukan dengan peralatan jenis lama. Bahkan dengan menggunakan peralatan baru tersebut mampu dipecahkan rekor-rekor baru dalam berbagai nomor perlombaan.

Cabang olahraga terjun payung memperlombakan berbagai nomor antara lain ketepatan mandarat, kerja sama di udara, kerja sama antarkanopi dan free style. Nomor-nomor lain adalah formation skydiving dan sku surfing. Jenis parasut yang digunakan dalam perlombaan terjun payung misalnya jenis DC-5 untuk ketepatan mendarat, atau PD-150 untuk kerja sama di udara. (CBN Port

Kejuaraan Dunia Terjun payung di Bali

Indonesia International Skydiving Championship (IISC) 1989 yang diselenggarakan di Bali oleh Persatuan Terjun Payung TNI Angkatan Darat (PTPAD), anggota FASI, pada tanggal 22 Juli – 5 Agustus 1989 diketuai oleh Mayjen TNI Sutopo, Asisten Personel KASAD, sedangkan Ketua Harian Panitia Pelaksana dijabat oleh Kolonel Inf. Luhut B. Panjaitan. Nama IISC-89 untuk membedakan dengan nama kejuaraan dunia terjun payung lainnya yang telah digunakan oleh FAI yaitu World Cup dan World Championship. Dengan masuknya FASI sebagai anggota FAI, maka hal itu sangat memperlancar IISC-89 dalam mengundang negaranegara anggota FAI lainnya. Selain itu, para pakar terjun payung kelas dunia yang duduk dalam kepanitiaan IISC-89 dapat memberikan jaminan bahwa penyelenggaraan kejuaraan dunia terjun payung di Bali ditangani secara profesional dan akan berjalan dengan baik.

Salah seorang pakar terjun payung yang menjadi Koordinator Boogie Jump dan Konsultan Utama IISC-89 ialah B.J. Worth dari Amerika Serikat, seorang pemegang 40 medali internasional dan nasional dalam terjun payung. B.J. Worth juga menjadi stuntman lima film James Bond, di antaranya Moonraker, Octopussy dan A View to Kill menggantikan Roger Moore dan lawannya dalam adegan menegangkan di udara. Penerjunannya yang ke-5009 dilakukan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Direktur Bidang Pengarah Pertandingan dijabat oleh Gene Birmingham yang juga telah berpengalaman terjun di atas 5.000 kali. Pakar terjun payung dari Australia itu, adalah peserta pemecahan rekor dunia dalam kerja sama di udara yang berhasil bergandengan tangan sebanyak 100 orang pada tahun 1987. Pakar terjun payung lainnya ialah Jerry Bird seorang mantan Green Barret Amerika Serikat dengan catatan terjun payung sebanyak 6.300 kali. Jerry yang menjadi Koordinator Kerja Sama di Udara dalam IISC-89 adalah Koordinator Penerjun dalam pemecahan rekor dunia kerja sama di udara sebanyak 144 orang di Perancis pada tahun 1987 yang mungkin sampai saat ini belum ada yang melampauinya. Hakim Pertandingan IISC-89 dijabat oleh Lars Lendelh, seorang yang telah banyak maka asam garamnya terjun payung.

Minat peserta IISC-89 di Bali sangat banyak, bahkan banyak di antara peminat yang mendaftarkan diri langsung membayar. Peserta datang dari Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Belgia, Yugoslavia, Uni Sovyet, Oman, Uni Emirat Arab, RRC, Korea Selatan, dan masih banyak lainnya. Di antara 40 negara anggota FAI yang diundang, 29 negara ikut serta dalam IISC-89 dengan jumlah perserta 615 orang. Nomor pertandingan yang dilombakan ialah ketepatan mendarat (accuracy), kerja sama di udara (relative work) dan kerja sarna antar parasut (canopy relative work). Panitia menyediakan berbagai piala dan hadiah uang dengan total US $. 30.000,- Nama tim sipil yang ikut serta ialah Air Bear (AS), Flash Trash (Inggris), Gecko (AS), Brue Fish (AS), Night in White Satin (AS), Promotheus (Australia), Lobsters Never Flounder (Australia) dan Plaid Jacket (Kanada). Selain itu terdapat sekelompok wisatawan Australia yang sedang berlibur di Bali membentuk tim bernama Bali-Boogie-Beach-Boys (BBBB), tetapi mereka tidak mewakili negaranya. Bintang tim Angkatan Bersenjata ialah US Army Golden Knights yang pernah menjadi juara dunia dua kali, masing-masing di Perancis pada tahun 1987 dan di Australia pada tahun 1988. US Air Force Wings of Blue juga ikut tampil. Pasukan Para Angkatan Darat Inggris menurunkan The Red Devil Parachute Team, sedangkan Angkatan Laut Inggris menampilkan The British Royal Marine Parachute Team. Delapan dari 12 tim Indonesia adalah gabungan dari Angkatan Darat, Laut, Udara dan Kepolisian. Amerika Serikat menurunkan peserta paling banyak yaitu 200 orang, sedangkan Australia sebanyak 100 orang.

IISC-89 di Bali merupakan kejuaraan dunia terjun payung yang belum pernah diadakan sampai pada saat itu. Kejuaraan dunia sejenis yang sebelumnya diselenggarakan di Amerika Serikat diikuti oleh 26 negara dengan sekitar 500 orang peserta, sedangkan IISC-89 di Bali diikuti oleh 29 negara dengan 615 orang peserta. Hal ini tentu saja mengangkat citra FASI di mata FAI. Sebagai anggota baru FAI, FASI telah dapat menunjukkan kemampuannya dalam menyelenggarakan kejuaraan dunia terjun payung yang bersifat kolosal dalam skala internasional.

Pesta Terjun Payung. Di antara 615 orang peserta IISC-89, 122 orang ikut serta dalam pertandingan dan sisanya menjadi peserta boogie jump. Pesta terjun payung juga dimeriahkan dengan terjun tandem yang masih merupakan hal yang baru pada waktu itu. Masyarakat dapat merasakan ikut terjun payung dengan digendong oleh tandem master. Biaya sekali terjun tandem sebesar US$.125. Minat wisatawan domestik dan mancanegara maupun masyarakat Bali sangat besar. Seorang wisatawan wanita dari Jepang ada yang ikut tandem sampai lima kali. Pemilik Bagus Pub seorang penduduk asli Bali yang demikian terpesonanya dengan cabang olah raga dirgantara ini ikut terjun tandem sampai tujuh kali. Bahkan ia menganjurkan semua waitress dan karyawannya ikut merasakan kehebatan “olah raga maut” itu. Made Radipta yang bekerja di salah satu butik pakaian di Legian dan Kamal Kaul, Manager Hotel Oberoi masih ikut dalam terjun. tandem keempat kalinya. Sampai IISC- 89 usai, sekitar 300 orang telah ikut terjun tandem. Namun masih banyak peminat yang belum mendapat kesempatan.

Puncak acara IISC-89 ialah pesta terjun senja di pantai Kuta yang disebut The greatest sunsets jump in the world. Ketika senja hari dan matahari mulai memerah mendekati kaki langit di ufuk barat, enam pesawat muncul dari arah tenggara menyusur pantai Kuta Bali sepanjang empat kilometer yang telah dipenuhi sekitar 60 ribu penduduk Bali dan wisatawan domestik maupun mancanegara. Pesawat C-160 Transall Pelita Air Service yang berada pada urutan paling depan sebagai flight leader diikuti oleh dua pesawat C-130H Hercules Skadron Udara 31 TNI AU sebagai wingman dalam bentuk string formation.

Dua pesawat NC-212-200 Aviocar TNI AD dan sebuah pesawat sejenis milik TNI AL berada dibelakangnya juga dalam bentuk formasi yang sama. Keenam pesawat yang terbang pada ketinggian 12.000 kaki itu mengangkut 435 penerjuh boogie, termasuk delapan tandem master yang membawa penumpangnya dalam NC-212 TNI AL pada urutan paling belakang. Sementara itu dua buah fregat TNI AL di lepas pantai Kuta, empat tim Marinir dengan perahu karet bermotor tempel di pantai Kuta dan dua helikopter NBO-105CB Bolkow milik Dinas Penerbangan Kepolisian di Bandara Ngurah Rai, siaga untuk operasi SAR. Bersamaan waktu dengan bunyi bel berdering panjang di setiap pesawat, maka para penerjun dari berbagai bangsa berhamburan meloncat dari pesawat lewat pintu belakang. Dari darat para peterjun tampak bagaikan kacang kedelai ditumpahkan dari udara. Mereka membuka payung pada ketinggian 3.000 kaki. Lebih dari 400 payung warna-warni memenuhi langit diatas pantai Kuta, pada senja hari. Peristiwa besar dimasa damai itu menjadi kenangan abadi bagi para pelaku maupun bagi mereka yang menyaksikannya.

Sebuah harian di Jakarta menulis, inilah boogie jump terbesar di dunia hingga saat ini. la telah berhasil menghimpun penerjun berbagai bangsa dalam persaudaraan dirgantara. Dalam lingkaran-lingkaran kecil, mereka bergandengan tangan, menggemakan lagu Auld Lang Syne. Ketika puluhan lingkaran itu mencair, dan setiap penerjun saling berpeluk, keharuan menitik di pantai Kuta. Entah kapan lagi mereka bisa menerangi angkasa pantai yang tersohor indah dikala senja itu.

Dana IISC-89 Rp.1,5 milyar. IISC-89 di Bali menjadi catatan penting bagi kebangkitan olahraga terjun payung di Tanah Air. Catatan lain yang tidak kalah pentingnya ialah panitia bukan saja berhasil menangani kejuaraan itu secara profesional, tetapi juga mampu menutup kebutuhan dana yang besar untuk kejuaraan terjun payung yang bersifat kolosal dalam skala internasional. Hal itu tidak lepas dari perencanaan yang baik. Kolonel Luhut B. Panjaitan, Ketua Harian Panitia Pelaksana mempunyai pemikiran yang sedehana dalam mengatasi kebutuhan dana. la berkata, “Mereka yang mampu mencari dana yang besar ialah para pengusaha”. Dengan demikian Panitia Bidang Dana diserahkan kepada Himpunan Pengusaha Muda, langkah itu tidak sia-sia. Summa/Astra Group memberi sponsor 500 juta. Bimantara beberapa ratus juta. Ir. Herman Arif Kusumo, seorang pengusaha muda anggota perkumpulan Terjun Payung Aves di Bandung juga memberikan sumbangan yang cukup besar. Kebutuhan dana sebesar Rp. 700 juta dari sponsor/iklan telah dilampaui. Dana sebesar Rp. 800 juta diperoleh dari peserta mancanegara yang tiap peserta dipungut US$. 1 .500 untuk airfare, hotel selama 15 hari termasuk makan pagi dan makan siang, angkutan ke tempat pertandingan dan 25 kali terjun payung. Ketika kebutuhan dana membengkak menjadi Rp. 2 milyar, panitia mampu mengatasinya. Bahkan panitia masih memberikan discount untuk sekali terjun (diluar 25 kali terjun yang telah menjadi hak dari peserta) seharga US$. 10. Seharusnya sekali terjun dari ketinggian 12.000 kaki memerlukan biaya US. 25. Secara keseluruhan panitia telah berjasil menghimpun dana dari para pengusaha dan berhasil menjual IISC-89 sebagai business commodity.

Prestasi Indonesia. Ketika IISC-89 belum dimulai, banyak kalangan yang menilai bahwa Kejuaraan Dunia Terjun Payung di Bali terlalu besar jika dibanding dengan prestasi penerjun payung Indonesia yang masih dalam lingkup Asia Tenggara. Ternyata kejuaraan dunia berskala kolosal itu sangat dibutuhkan oleh penerjun payung nasional maupun para pembinanya untuk memberikan shock theraphy yang dapat menggugah aktivitas penyelenggaraan kompetisi dan meningkatkan prestasi. Inilah tantangan yang dihadapi oleh Pusat Terjun Payung FASI.

Upaya pemecahan rekor nasional kerja sama diudara dilakukan pada tanggal 4 Agustus diatas Bandara Ngurah Rai. Sebanyak 23 penerjun berhasil melakukan kerja sama diudara. Tetapi Ralph Presgrove, juru kamera video Australia, yang terjun bersama mereka untuk membuat dokumentasi, gagal merekamnya. Upaya memecahkan record dunia kerja sama di udara sebanyak 144 orang tidak dapat dilakukan dalam IISC-89 di Bali. Menurut Jerry Bird hal itu disebabkan jumlah penerjun di Bali hanya 80 orang. Kualifikasi di atas 2000 kaki sangat diperlukan dalam pemecahan rekor dunia. Selain itu penerjunan dari ketinggian dari 18.000 kaki dengan membuka ramp door memerlukan peralatan pemasok oksigen bagi penerjun dan awak pesawat. Namun demikian dalam suatu uji coba yang dipimpin oleh Jerry Bird, dalam sekali coba para peserta Internasional di Bali berhasil melakukan kerjasama di udara sebanyak 48 orang. Upaya memecahkan rekor dunia dalam kerjasama di Bali tidak diteruskan. Jerry Bird menegaskan bahwa Bali cocok sebagai tempat memecahkan rekor dunia dalam kerjasama di udara.

Dalam mempersiapkan tim terjun payung untuk IISC-89, Pusat Terjun Payung FASI menyelenggarakan pelatihan di Lanud Kalijati (sekarang Lanud Suryadarma), Subang dan Pondok Cabe, Jakarta. Tim kerjasama antar parasut berlatih di Perris Valley, California, Amerika Serikat. Hasilnya Indonesia kebagian satu gelar yaitu juara ke-3 dalam nomor kerjasama antar parasut. Juara ke-1 dipegang oleh Pleid Jackets dari Kanada dan juara ke-2 di tangan Thailand. Dalam nomor ketepatan mendarat perorangan juara-1 dan juara-2 masing-masing dipegang oleh Letnan Chaiwat Chai dan Letnan Chancai dari Angkatan Bersenjata Thailand, sedangkan juara ke-3 dipegang oleh He Jihui dari RRC. Diantara 6 tim yang diturunkan Indonesia dalam nomor ini, tim nasional menempati urutan 8 dan tim ABRI-1 pada urutan 9. Dalam nomor kerjasama di udara, juara ke-1 ialah Flash Trash (Inggris), juara ke-2 Blue Fish (AS) dan juara ke-3 Golden Knights (AS). Gen Birmingham pakar terjun payung Australia yang juga Mayor Jenderal pensiun mengatakan bahwa kemampuan penerjun Indonesia dan Thailand seimbang. Seharusnya Indonesia meniru Thailand, meskipun tidak ada kompetisi tetap berlatih ketat. Menurut tim manager Thailand Letkol. Boom Nyarit Ngampung timnya berlatih tiga kali seminggu pagi dan sore hari. Pada tahun 1970-an TNI AU pernah memberi jatah 15 jam terbang pesawat Dakota dalam satu bulan untuk pembinaan FASI.

Walaupun Indonesia hanya kebagian satu gelar dalam IISC-89 di Bali, Indonesia masih termasuk dalam 10 besar. Prestasi itu sangat jauh dari memuaskan, tetapi cukup baik untuk bahan introspeksi dan konsolidasi bagi Pusat Terjun Payung FASI.

Piala Dunia Terjun Payung 1991 di Lombok

Dua tahun setelah Kejuaraan Dunia Terjun Payung 1979 di Bali, FASI menyelenggarakan Piala Dunia Terjun Payung 1991 di Lombok yang menjadi salah satu agenda FAI. Dalam agenda FAI, Piala Dunia Terjun Payung 1991 di Lombok disebut World Cup of Championships in Classical Parachuting Indonesia 1991, disingkat menjadi World Cup Parachuting Indonesia 1991 (WCPI 1991). FAI hanya menggunakan dua nama kejuaraan dalam agendanya, yaitu World Cup dan World Championship. Namun Kejuaraan Dunia Terjun Payung 1989 di Bali belum sempat masuk dalam agenda FAI, dan untuk membedakan dengan World Cup dan World Championship, maka kejuaraan terjun payung di Bali 1989 tersebut menggunakan nama Indonesia International Skydiving Championship 1989.

Tema WCPI 1991 adalah “Melalui Penyelenggaraan Piala Ounia Terjun Payung 1991, FASI Menggalang Kekuatan Dirgantara Nasional Menyongsong Pembangunan Nasional Jangka Panjang”. WCPI 1991 bertujuan meningkatkan pembinaan olahraga terjung payung dan menjadi ajang bagi FASI dalam menunjukkan kepada masyarakat tentang prestasi yang telah dicapai. Diantara sasaran yang ingin diraih adalah memenuhi komitmen FASI kepada dunia untuk menyelenggarakan Piala Dunia Terjun Payung Indonesia 1991 dengan sukses. Selain itu WCPI 1991 juga untuk meningkatkan kemampuan FASI dalam mengelola olahraga dirgantara sebagai pertunjukan olahraga (spectator sport), yaitu suatu sarana promosi usaha yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. Pertunjukan olahraga terjun payung dalam IISC 1989 di Bali dan WCPI 1991 di Lombok, berupa boogie jump (yang disebut sebagai “The Greatest Sunsets Jumps in the World’) dan tandem jump yang memiliki daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Keterkaitan pertunjukan olahraga terjun payung dengan bidang promosi itulah yang mampu membiayai IISC 1989 di Bali dan WCPI1991 di Lombok yang membutuhkan dana cukup besar.

Kompetisi berlangsung di Lanud Rembiga, Mataram, sedangkan The Greatest Sun Sets Jumps in the World dilakukan di kawasan wisata pantai Senggigi. Ketua panitia WCPI-91 dijabat oleh Marsma TNI. Rilo Pambudi, Pangkoopau I. PT. Fortune Indonesia bertindak sebagai mitra kerja dan Sampoerna menjadi salah satu sponsor. Organizer terjun payung kelas dunia, yaitu B.J. Worth, Gene Birmingham dan Jerry Bird duduk lagi dalam kepanitian. Dalam IISC-89 di Bali ketiga pakar terjun payung itu telah memberi rekomendasi bahwa Indonesia patut diperhitungkan dalam kancah terjun payung internasional.

WCPI-91 dapat menepis kekhawatiran masyarakat olahraga maupun masyarakat awam yang sudah mulai tertarik terhadap olahraga terjun payung bahwa perkumpulan terjun payung dibawah pembinaan FASI hanya dapat menyelenggarakan kejuaraan dunia terjun payung satu kali. Usai kejuaraan dunia terjun payung di Bali, usai sudah persoalan. Tanpa ada kelanjutannya.

WCPI-91 di Lombok dapat memenuhi keinginan para peserta mancanegara dalam IISC-89 di Bali yang menyatakan bahwa mereka akan datang lagi jika FASI menyelenggarakan event sejenis. Bahkan banyak diantara mereka bersedia membayar lebih tinggi, karena biaya US$.1.500 untuk airfare, hotel termasuk makan pagi dan makan siang selama 15 hari, angkutan ke tempat kompetisi dan 25 kali terjun terhitung sangat murah. Ternyata mereka menepati janji. Minat peserta WCPI-1991 cukup banyak. Meskipun WCPI-1991 berlangsung di Lombok, sebagian peserta menginap di Kuta, Bali. Pada pagi hari para peserta terbang dengan pesawat Hercules menuju Lanud Rembiga. Mereka melakukan mess jump diatas pangkalan udara. Usai mengikuti kompetisi, mereka kembali ke Lanud Ngurah Rai dan langsung melakukan boogie jump diatas pantai Kuta. WCPI-1991 mempunyai dampak positif bagi dunia pariwisata. Bahkan banyak penerjun yang langsung mendarat di halaman hotel di kawasan pantai Kuta yang menjadi tempat mereka menginap.

Banyak kalangan pemerintah berpendapat bahwa kejuaraan dunia terjun payung selanjutnya dilakukan di daerah lain untuk memasyarakatkan olah raga terjun payung dan meningkatkan pariwisata. Masalahnya adalah apakah fasilitas di daerah dapat memadai, misalnya apakah tersedia kamar hotel yang mampu menampung 600 wisata mancanegara dalam waktu yang bersamaan. Dua daerah yang banyak disebut ialah Manado dan Batam.

Berbagai perlombaan cabang olahraga terjun payung yang pernah diselenggarakan baik tingkat nasional maupun internasional, meliputi:

Kejuaraan Terjun Payung Dunia XIII di Itali tahun 1976. Diikuti para peserta dari Amerika, Uni Sovyet, Jerman Timur, Polandia, Perancis, Bulgaria, Cekoslovakia, Kanada, Hungaria, Inggris, Finlandia, Swiss, Italia, Jerman Barat, Australia, Austria, Norwegia, Denmark, Afrika Selatan, Turki, Meksiko, Indonesia, Jepang, Belanda, Peru, Swedia, Panama, Chili.

Kejuaraan Terjun Payung Asean I di Bandung tanggal 3 – 16 Juli 1976, diikuti oleh Indonesia, Malaysia, Singapura, Muangthai, Philipina.

HUT KOPASSUS ke-45 tanggal 17 April 1977. Berhasil dilakukan pemecahan rekor Kerjasama Antar Parasut sebanyak 17 peterjun.

PON IX 24 Juli – 2 Agustus 1977 di Jakarta dengan peserta Sumut, DKI, DIY, Jabar, Jatim.

Kejuaraan Terjun Payung Asean II di Quezon City, Philipina tanggal13 Maret – 8 April 1979. Peserta: Indonesia, Malaysia, Singapura, Muangthai, Philipina.

Kejuaraan Terjun Payung Asean III di Seletar, Singapura tanggal 1 – 10 Pebruari 1979. Peserta: Indonesia, Singapura, Muangthai, Philipina.

Kejuaraan Terjun Payung Internasional di Ipoh, Malaysia tanggal 28 Juni – 5 Juli 1980. Peserta: Indonesia, Malaysia, Singapura, Muangthai, Philipina, Australia, Taiwan dan Selandia.

PON X 19-30 Desember 1981 di Bogor. Peserta: Sumut, DKI, DIY, Jabar, Jatim, Aceh, Jateng, Sulut.

Kejuaraan Terjun Payung Asean IV di Malaca, Malaysia tanggal 4 – 14 Juni 1981. Peserta : Indonesia, Malaysia, Singapura, Muangthai, Philipina, Brunei dan Taiwan.

Kejuaraan Antar Terjun Payung Perguruan Tinggi se Indonesia di Bandung tanggal 1 – 4 Agustus 1982. Peserta: 12 Perguruan Tinggi (Univ. Mahadira, UGM, UNS, Unbra, UKI, UPN, ITB, Unpad, Univ. Sam Ratulangi, Usakti, PTIK)

Kejuaraan Terjun Payung Asean V di Lephuri, Muangthai tanggal 30 Maret 10 April 1982. Peserta: Indonesia, Malaysia, Singapura, Muangthai, Philipina, Brunei, Cina dan Korea Selatan.

Kejuaraan Terjun Payung Malaysia Ter buka III di Malaca, Malaysia tanggal 11 – 21 Desember 1982.Peserta: Indone sia, Malaysia, Brunei, Singapura.

Kejuaraan Terjun Payung Malaysia Terbuka III di Malaca, Malaysia tanggal 30 Mei – 3 Juni 1983. Peserta: Indonesia, Malaysia, Hongkong, dan Singapura.

Kejuaraan Terjun Payung Asean VI di Bogor tanggal 5 – 12 Nopember 1983. Peserta: Indonesia, Malaysia, Brunei, Australia dan Internasional.

PON XI 1985. Peserta: DKI, DIY, Jabar, Jatim, Aceh, Jateng, Sulut, Sumsel, Kalbar, Sulsel.

Kejuaraan Terjun Payung Malaysia Terbuka di Malaca, Malaysia tanggal 20 28 September 1987. Peserta: Indonesia, Malaysia, Brunei, Muangthai, dan Singapura.

PON XII 1989. Peserta: DKI, DIY, Jabar, Jatim, Aceh, Jateng, Sulut, Sumsel, Kalbar, Sulsel.

Kejuaraan Dunia Terjun Payung 1991.

Elevation New Year Bali Boogie 2003, tanggal 28 Desember 2002 – 1 Januari 2003.

Dari berbagai sumber

Audi Yudhasmara

KORAN ANAK INDONESIA, Yudhasmara Publisher

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta PusatPhone : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com

http://korananakindonesia.wordpress.com/

Koran Anak Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved

Filed under: 7.c.Olahraga Modern-Prestasi, 7.PIALA DUNIA-OLAHRAGA-PERMAINAN-REKREASI Tagged: Olahraga Terjun Payung, Olahraga Yang Sangat Menantang

Posted by: rajaplagiat | August 25, 2010

Keistimewaan Surah An-Nas

Keistimewaan Surah An-Nas

Surah An-Nas (النَّاسِ) adalah surah terakhir atau ke-114 dalam al-Qur’an. Nama An-Nas diambil dari kata An-Nas yang berulang kali disebut dalam surat ini yang artinya manusia. Surah ini termasuk dalam golongan surah makkiyah. Isi surah adalah menganjurkan manusia memohon perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan baik yang berasal dari golongan manusia maupun jin.

Bacaan

Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia.

Raja manusia (Malikinnaas).

Sembahan manusia (Illahinnas).

dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi.

yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.

dari (golongan) jin dan manusia

Keutamaan Surah An-Nas

Aisyah menerangkan: bahwa Rasulullah s.a.w. pada setiap malam apabila hendak tidur, Beliau membaca Surah Al-Ikhlas, Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas, ditiupkan pada kedua telapak tangan kemudian disapukan ke seluruh tubuh dan kepala.

Sayyidiah’ Ali r.a. menerangkan: pernah Rasulullah s.a.w. digigit kala, kemudian Beliau mengambil air garam. Dibacakan Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas laludisapukan pada anggota badan yang digigit kala tadi.

‘Uqbah bin’ Amir menerangkan, ketika saya sesat jalan dalm suatu perjalanan bersama dengan Rasulullah s.a.w., Beliau membaca Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas dan akupun disuruh Beliau juga untuk membacanya.

Barang siapa terkena penyakit karena perbuatan syaitan atau manusia, hendaklah membaca Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas sebanyak 41 kali selama 3 hari, 5 hari atau 7 hari berturuh-turut.

Barang siapa yang takut akan godaan syaitan atau manusia atau takut dalam kegelapan malam, atau takut kejahatan manusia, bacalah Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas sebanyak 100 kali.

Audi Yudhasmara

KORAN ANAK INDONESIA, Yudhasmara Publisher

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta PusatPhone : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com

http://korananakindonesia.wordpress.com/

Koran Anak Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved

Filed under: 1-PENDIDIKAN, 1.j.Pendidikan Agama Islam Tagged: Keistimewaan Surah An-Nas

Posted by: rajaplagiat | August 25, 2010

Keistimewaan Surah Al A’la

Keistimewaan Surah Al A’la

Surah Al-A’la (الْأعلى) adalah surat ke 87 dalam Al Qur’an. Surat ini tergolong surat makiyyah yang terdiri atas 19 ayat. Dinamakan Al A’laa yang berarti Yang paling tinggi diambil dari perkataan Al A’laa yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Muslim meriwayatkan dalam kitab Al Jumu’ah, dan diriwayatkan pula oleh Ashhaabus Sunan, dari Nu’man ibnu Basyir bahwa Rasulullah s.a.w. pada salat dua hari Raya (Fitri dan Adha) dan salat Jumat membaca surat Al A´laa pada rakaat pertama, dan surat Al Ghaasyiyah pada rakaat kedua.

Pokok-Pokok Isi

Perintah Allah untuk bertasbih dengan menyebut namaNya.

Nabi Muhammad s.a.w. sekali-kali tidak lupa pada ayat-ayat yang dibacakan kepadanya.

Jalan-jalan yang menjadikan orang sukses hidup dunia dan akhirat.

Allah menciptakan, menyempurnakan ciptaanNya, menentukan kadar-kadar, memberi petunjuk dan melengkapi keperluan-keperluannya sehingga tercapai tujuannya.

Sumber : wikipedia

Audi Yudhasmara

KORAN ANAK INDONESIA, Yudhasmara Publisher

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta PusatPhone : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com

http://korananakindonesia.wordpress.com/

Koran Anak Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved

Filed under: 1-PENDIDIKAN, 1.j.Pendidikan Agama Islam Tagged: keistimewaan surah al a’ala

Posted by: rajaplagiat | August 25, 2010

Keutamaan Surah Al Ikhlas

Surah Al Ihklas

Surah Al-Ikhlas (Arab:الإخلاص, “Memurnikan Keesaan Allah”) adalah surah ke-112 dalam al-Qur’an. Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 4 ayat dan pokok isinya adalah menegaskan keesaan Allah sembari menolak segala bentuk penyekutuan terhadap-Nya. Kalimat inti dari surah ini, “Allahu ahad, Allahus shamad” (Allah Maha Esa, Allah tempat bergantung), sering muncul dalam uang dinar emas pada zaman Kekhalifahan dahulu. Sehingga, kadang kala kalimat ini dianggap sebagai slogan negara Khilafah Islamiyah, bersama dengan dua kalimat Syahadat

Asbabun Nuzul

Ada beberapa hadits yang menjelaskan Asbabun Nuzul surah ini yang mana seluruhnya mengacu pada inti yang sama yaitu jawaban atas permintaan penggambaran sifat-sifat Allah dimana Allah itu Esa (Al-Ikhlas [112]:1), segala sesuatu tergantung pada-Nya (Al-Ikhlas [112]:2), tidak beranak dan diperanakkan (Al-Ikhlas [112]:3), dan tidak ada yang setara dengan Dia (Al-Ikhlas [112]:4).

Dilihat dari peristiwa paling pertama, Abdullah bin Mas’ud meriwayatkan bahwa sekelompok Bani Quraisy pernah meminta Nabi Muhammad untuk menjelaskan leluhur Allah dan kemudian turun surah ini. Riwayat lain bersumber dari Ubay bin Ka’ab dan Jarir bin Abdillah yang menyebutkan bahwa kaum Musyrikin berkata kepada Nabi Muhammad, “Jelaskan kepada kami sifat-sifat Tuhanmu.” Kemudian turun surah ini untuk menjelaskan permintaan itu. Dalam hadits ini, hadits yang bersumber dari Jarir bin Abdullah dijadikan dalil bahwa surah ini Makkiyah. Selain itu dari Ibnu Abbas dan Sa’id bin Jubair menyebutkan bahwa kaum Yahudi yang diantaranya Kab bin Ashraf dan Huyayy bin Akhtab datang menemui Nabi dan bertanya hal yang sama dengan hadits pertama, kemudian turun surah ini. Dalam hadits ini Sa’id bin Jubair menegaskan bahwa surah ini termasuk Madaniyah. Dan juga riwayat Qatadah menyebutkan Nabi Muhammad didatangi kaum Ahzab (Persekutuan antara kaum Bani Quraisy, Yahudi Madinah, Bani Ghatafan dari Thaif dan Munafiqin Madinah dan beberapa suku sekitar Makkah) yang juga menyanyakan gambaran Allah dan diikuti dengan turunnya surah ini.

Karena adanya berbagai sumber yang berbeda, status surah ini Makkiyah atau Madaniyah masih dipertanyakan dan seolah-olah sumber-sumbernya tampak kotradiksi satu-sama lain. Menurut Abul A’la Maududi, dari hadits-hadits yang meriwayatkannya, dilihat dari peristiwa yang paling awal terjadi, surah ini termasuk Makkiyah. Peristiwa yang pertama terjadi yaitu pada periode awal Islam di Mekkah yaitu ketika Bani Quraisy menanyakan leluhur Allah. Kemudian peristiwa berikutnya terjadi di Madinah dimana orang Nasrani atau orang Arab lain menanyakan gambaran Allah dan kemudian turun surah ini. Menurut Madudi, sumber-sumber yang berlainan tersebut menujukkan bahwa surah itu diturunkan berulang-ulang. Jika di suatu tempat ada Nabi Muhammad dan ada yang mengajukan pertanyaan yang sama dengan peristiwa sebelumnya, maka ayat atau surah yang sama akan diwahyukan kembali untuk menjawab pertanyaan tersebut. Selain itu, bukti bahwa surah ini Makkiyah adalah ketika Bilal bin Rabah disiksa majikannya Umayyah bin Khalaf setelah memeluk Islam. Saat disiksa ia menyeru, “Allahu Ahad, Allahu Ahad!!” (Allah Yang Maha Esa, Allah Yang Maha Esa!!). Peristiwa ini terjadi di Mekkah dalam periode awal Islam sehingga menunjukkan bahwa surah ini pernah diturunkan sebelumnya dan Bilal terinspirasi ayat surah ini.

Pendapat lain yaitu menurut as-Suyuthi. Menurutnya kata “al-Musyrikin” dalam hadits yang bersumber dari Ubay bin Ka’ab tertuju pada Musyrikin dari kaum Ahzab, sehingga mengindikasikan bahwa surah ini Madaniyyah sesuai dengan hadits Ibnu Abbas. Dan dengan begitu menurutnya tidak ada pertentangan antara dua hadits tersebut jika surah ini Madaniyah. Keterangan ini diperkuat juga oleh riwayat Abus Syaikh di dalam Kitab al-Adhamah dari Aban yang bersumber dari Anas yang meriwayatkan bahwa Yahudi Khaibar datang menemui Nabi dan berkata, “Hai Abal Qasim! Allah menjadikan malaikat dari cahaya hijab, Adam dari tanah hitam, Iblis dari api yang menjulang, langit dari asap, dan bumi dari buih air. Cobalah terangkan kepada kami tentang Tuhanmu.” Nabi tidak menjawab dan kemudian Jibril membawa wahyu surah ini untuk menjawab permintaan Yahudi Khaibar.

Keutamaan

Dalam kisah-kisah Islam

Dalam beberapa hadits dikatakan bahwa Nabi Muhammad pernah bersabda bahwa pahala membaca sekali surah Al-Ikhlas sama dengan membaca sepertiga Al-Qur’an sehingga membaca 3 kali surah ini sama dengan mengkhatam Al-Qur’an. Kisah terkait hadits itu terekam dalam beberapa kisah. Seperti kisah ketika Nabi bertanya kepada sahabatnya untuk mengkhatam Al-Qur’an dalam semalam. Umar menganggap mustahil hal itu, namun begitu Ali menyanggupinya. Umar kemudian menganggap Ali belum mengerti maksud Nabi karena masih muda. Ali kemudian membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 3 kali dan Nabi Muhammad membetulkan itu. Dalam hadits-hadits terkait hal ini, keutamaan surah Al-Ikhlas sangat memiliki peran dalam Al-Qur’an sehingga sekali membacanya sama dengan membaca sepertiga Al-Qur’an.

Riwayat Anas bin Malik juga merekam kisah berkaitan surah Al-Ikhlas yaitu dimana 70.000 malaikat diutus kepada seorang sahabat di Madinah yang meninggal hingga meredupkan cahaya matahari. 70.000 malaikat itu diutus hanya karena ia sering membaca surah ini. Dan karena banyaknya malaikat yang diutus, Anas bin Malik yang saat itu bersama Nabi Muhammad di Tabuk merasakan cahaya matahari redup tidak seperti biasannya dimana kemudian malaikat Jibril datang memberitakan kejadian yang sedang terjadi di Madinah.

Keutamaan lain

Dalam riwayat Ibnu Abbas disebutkan Nabi Muhammad ketika melakukan Isra’ ke langit, melihat Arsy di atas 360.000 sendi dimana jarak antar sendi 300.000 tahun perjalanan. Pada tiap sendi terdapat padang Sahara sebanyak 12.000 dan luas tiap satu padang sahara itu adalah dari timur ke barat. Pada setiap padang Sahara itu juga terdapat 80.000 malaikat dimana setiap malaikat membaca surah Al-Ikhlas dan setelah membaca itu mereka berdoa agar pahala mereka diberikan kepada orang yang membaca al-Ikhlas, laki-laki maupun perempuan.

Selain itu Nabi Muhammad juga pernah berkata bahwa Qul Huwallahu Ahad (ayat 1) tertulis pada sayap Jibril, Allahus Shamad (ayat 2) pada sayap Mikail, Lam Yalid Walam Yuulad (ayat 3) pada sayap Izrail, dan Walam Yaqullahu Khufuwan Ahad (ayat 4) pada sayap Israfil. Dan yang membaca al-Ikhlas memperoleh pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Qur’an. Lalu berkaitan sahabat, Nabi pernah berkata bahwa Qul Huwallahu Ahad (ayat 1) tertulis pada dahi Abu Bakar, Allahus Shamad (ayat 2) pada dahi Umar, Lam Yalid Walam Yuulad (ayat 3) pada dahi Utsman, dan Walam Yaqullahu Khufuwan Ahad (ayat 4) pada dahi Ali.

Sedangkan hadits lain menyebutkan bahwa ketika orang membaca al-Ikhlas ketika sakit hingga ia meninggal, ia tidak membusuk dalam kubur dan akan dibawa malaikat dengan sayapnya melintasi Siratul Mustaqim menuju surga.

Sumber wikipedia

Audi Yudhasmara
KORAN ANAK INDONESIA, Yudhasmara Publisher

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta PusatPhone : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com

http://korananakindonesia.wordpress.com/

Koran Anak Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved

Filed under: 1-PENDIDIKAN, 1.j.Pendidikan Agama Islam Tagged: al ikhlas surah Keutamaan Surah Al Ikhlas

Posted by: rajaplagiat | August 25, 2010

Surah Ali Imran

Surah Ali Imran

Surah Ali ‘Imran adalah surah ke-3 dalam al-Qur’an. Ali ‘Imran dalam bahasa Arab: آل عمران berarti “Keluarga ‘Imran”. Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah. Dinamakan Ali ‘Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran, ibu Nabi Isa.

Surah Al-Baqarah dan Ali ‘Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut apa yang disampaikan Al-Qur’an disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad dan sebagainya


Isi

Keesaan dan Kekuasaan Allah SWT (1-32)

Al-Qur’an dan kitab-kitab sebelumnya (1-9)

Ancaman Allah SWT. kepada orang-orang kafir dan pengaruh harta benda duniawi (10-16)

Pernyataan Allah SWT. tentang Keesaan dan Keadilan-Nya serta agama yang diridhai-Nya (18-20)

Pembalasan terhadap orang-orang yang membunuh nabi-nabi (21-22)

Orang-orang Yahudi berpaling dari hukum Allah SWT. (23-25)

Bukti-bukti Kekuasaan dan Kebenaran Allah SWT. (26-27)

Larangan berpihak kepada orang kafir (28-30)

Bukti cinta kepada Allah SWT. (31-32)

Keluarga Imran (33-92)

Keutamaan keluarga Imran (33-44)

Kisah Al-Masih Isa AS. putra Maryam AS. (45-63)

Ajakan kepada agama Tauhid (Millah Nabi Ibrahim AS) (64-68)

Sikap ahli kitab terhadap orang Islam (69-74)

Keburukan-keburukan orang Yahudi 75-78)

Seorang nabi tidak akan menyuruh manusia menyembah dirinya (79-80)

Janji para nabi kepada Allah SWT. tentang kenabian Nabi Muhammad SAW. (81-92)

Bantahan Allah SWT. terhadap pendapat-pendapat ahli kitab yang keliru (93-120)

Bantahan terhadap larangan orang Yahudi tentang makanan (93-95)

Bantahan terhadap pengakuan ahli kitab tentang rumah ibadah pertama (96-99)

Keharusan menjaga persatuan (100-109)

Kelebihan umat Islam dari umat yang lain (110-115)

Perumpamaan harta yang dinafkahkan orang-orang kafir (116-117)

Larangan mengambil orang Yahudi sebagai teman kepercayaan (118-120)

Kisah perang Badar dan Uhud (121-200)

Sabar dan tawakal kepada Allah SWT. pangkal kemenangan (121-129)

Larangan melakukan riba dan perintah untuk bertakwa (130-131)

Perintah taat kepada Allah SWT. dan Rasul serta sifat-sifat orang yang bertakwa (132-148)

Peringatan supaya waspada terhadap ajakan orang-orang kafir (149-151)

Sebab-sebab kekalahan umat Islam dalam perang Uhud (152-155)

Menanamkan jiwa berkurban dan berjihad (156-158)

Allah dan beberapa sifat Nabi Muhammad SAW. (159-164)

Beberapa sifat orang-orang munafik (165-168)

Pahala orang-orang yang mati syahid (169-175)

Ayat-ayat untuk menentramkan hati Nabi Muhammad SAW. (176-179)

Kebakhilan dan dusta serta balasannya (180-189)

Faedah selalu mengingat Allah SWT dan merenungkan ciptaannya (190-195)

Kesenangan sementara bagi orang-orang kafir dan kebahagiaan abadi bagi orang-orang mukmin (196-200)

Ringkasan isi

Keimanan: Dalil-dalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi Isa a.s.; ketauhidan adalah dasar yang dibawa oleh seluruh Nabi.

Hukum-hukum: Musyawarah; bermubahalah; larangan melakukan riba.

Kisah-kisah: Kisah keluarga ‘Imran; perang Badar dan Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya.

Lain-lain: Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat; sifat-sifat Allah; sifat orang-orang yang bertakwa; Islam satu-satunya agama yang diridhai Allah; kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan; pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah; perumpamaan-perumpamaan; peringatan-peringatan terhadap Ahli Kitab; Ka’bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya; faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.

Hubungan surah Ali Imran dengan Surah An-Nisa

Surah Ali Imran disudahi dengan perintah bertakwa, sesuai dengan permulaan surah An-Nisa.

Dalam surah Ali Imran disebutkan peperangan Badar dan Uhud dengan sempurna, keterangan mana sebahagiannya diulangi dalam surat An-Nisa.

Dalam surah-Ali Imran dikisahkan peperangan Hamraa-ul Asad yang terjadi setelah perang Uhud, dan peperangan itu disinggung pula dalam surah An-Nisa.

Dalam surah Ali Imran disebutkan bahwa banyak yang gugur di kalangan kaum muslimin sebagai Syuhada, yang berarti mereka meninggalkan anak-anak dan isteri-isteri mereka, maka dalam bahagian permulaan surah An-Nisa disebutkan perintah memelihara anak yatim serta pembahagian harta pusaka.

Sumber : wikipedia dan sumber lainnya

Audi Yudhasmara

KORAN ANAK INDONESIA, Yudhasmara Publisher

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta PusatPhone : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com

http://korananakindonesia.wordpress.com/

Koran Anak Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved

Filed under: 1-PENDIDIKAN, 1.j.Pendidikan Agama Islam Tagged: surah ali imran

Posted by: rajaplagiat | August 25, 2010

Surah Al Baqarah : Surah Terpanjang dalam Al Quran

Surah Al Baqarah : Surah Terpanjang dalam Al Quran da

Surah Al-Baqarah adalah surah ke-2 dalam Al-Qur’an. Al Baqarah dalam bahasa Arab: البقرة berarti Sapi Betina. Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah. Sebagian besar ayat dalam surah ini diturunkan pada permulaan hijrah, kecuali ayat 281 yang diturunkan di Mina saat peristiwa Haji Wada’. Surah ini merupakan surah terpanjang dalam Al-Qur’an. Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina karena di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74). Surah ini juga dinamai Fustatul Qur’an (Puncak Al-Qur’an) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain. Dinamai juga surat Alif Lam Mim karena surah ini dimulai dengan huruf arab Alif Lam dan Mim.


Isi

Tiga Golongan Manusia dalam menghadapi Al-Qur’an (1-20)

Golongan Mukmin (1-5)

Golongan Kafir (6-7)

Golongan Munafik (8-20)

Keesaan dan kekuasaan Allah SWT (21-39)

Perintah menyembah Allah SWT Yang Maha Esa (21-22)

Tantangan Allah SWT. kepada Kaum Musyrikin mengenai Al-Qur’an (23-24)

Ganjaran bagi orang-orang yang beriman (25)

Perumpamaan-perumpamaan dalam Al-Qur’an dan hikmah-hikmahnya (26-27)

Bukti-bukti kekuasaan Allah SWT. (28-29)

Penciptaan manusia dan penguasaannya di bumi (30-39)

Peringatan Allah SWT. kepada Bani Isra’il (40-141)

Beberapa perintah dan larangan Allah SWT. kepada Bani Isra’il (40-48)

Perincian nikmat Allah SWT. kepada Bani Isra’il (49-60)

Pembalasan terhadap sikap dan perbuatan Bani Isra’il (61)

Pahala orang yang beriman (62)

Pembalasan terhadap Bani Isra’il yang melanggar perjanjian dengan Allah SWT. (63-66)

Kisah penyembelihan Sapi Betina (67-74)

Keimanan Orang Yahudi sukar diharapkan (75-82)

Bani Isra’il mengingkari janjinya dengan Allah SWT. (83-86)

Sikap Orang Yahudi terhadap para rasul dan kitab-kitab yang diturunkan Allah SWT. (87-91)

Penyembelihan anak sapi yang dilakukan Bangsa Yahudi merupakan tanda kecenderungan mereka kepada benda (92-96)

Memusuhi Malaikat Jibril AS. berarti memusuhi Allah SWT. yang mengutusnya (97-101)

Tuduhan Orang Yahudi terhadap Nabi Sulaiman AS. (102-103)

Ketidaksopanan orang-orang Yahudi terhadap Nabi Muhammad SAW. dan sahabat-sahabatnya (104-105)

Menasakhkan suatu ayat adalah urusan Allah SWT. (106-113)

Tindakan-tindakan menghalangi ibadah (114-118)

Larangan mengikuti Yahudi dan Nasrani (119-123)

Perjanjian dengan Nabi Ibrahim AS. (124-129)

Agama Nabi Ibrahim AS. (130-141)

Ka’bah adalah kiblat bagi seluruh umat Islam (142-214)

Sekitar pemindahan Ka’bah (142-152)

Cobaan berat dalam menegakkan kebenaran (153-157)

Manasik Haji (158)

Laknat terhadap orang-orang yang menyembunyikan ayat-ayat Allah SWT. dan orang-orang kafir (159-162)

Allah SWT Yang Berkuasa dan Yang Menentukan (163-170)

Makanan yang Halal dan yang Haram (172-176)

Pokok-pokok kebajikan (117)

Kisas dan hikmahnya (178-179)

Wasiat (180-182)

Puasa (183-188)

Berjihad dengan jiwa dan harta di jalan Allah SWT. (189-195)

Haji (196-203)

Perbuatan orang-orang munafik (204-210)

Hikmah diutusnya para rasul dan berbagai cobaan bagi para pengikutnya (211-214)

Beberapa Hukum Syariat (215-252)

Orang-orang yang diberi nafkah (215)

Hukum perang dalam Islam (216-218)

Khamr, judi, harta yang dinafkahkan dan pemeliharaan anak yatim (219-220)

Pokok-pokok hukum perkawinan, perceraian, dan penyusuan (221-237)

Kewajiban mengerjakan salat biarpun dalam keadaan takut (238-239)

Wasiat untuk Istri dan Mutah (240-242)

Kewajiban berjihad dan mengeluarkan harta di jalan Allah SWT. (243-252)

Tentang rasul-rasul dan kekuasaan Allah SWT (253-260)

Keistimewaan dan perbedaan derajat rasul-rasul (253)

Anjuran membelanjakan harta (254)

Ayat Kursi (255)

Tidak ada paksaan memasuki agama Islam (256-257)

Membangkitkan kembali orang-orang yang sudah mati (258-260)

Cara-cara menggunakan harta dan hukum-hukumnya (261-286)

Menafkahkan harta di jalam Allah SWT. (261-274)

Hukum Riba (275-281)

Kesaksian dalam Muamalah (282-283)

Pujian Allah SWT. terhadap para maukmin dan do’a mereka (284-286)

Ringkasan isi

Keimanan:
Dakwah Islamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

Hukum-hukum:
Perintah mengerjakan salat; menunaikan zakat; hukum puasa; hukum haji dan umrah; hukum qishash; hal-hal yang halal dan yang haram; bernafkah di jalan Allah; hukum arak dan judi; cara menyantuni anak yatim, larangan riba; hutang piutang; nafkah dan yang berhak menerimanya; wasiat kepada dua orang ibu-bapa dan kaum kerabat; hukum sumpah; kewajiban menyampaikan amanat; sihir; hukum merusak mesjid; hukum mengubah kitab-kitab Allah; hukum haidh, ‘iddah (masa menunggu bagi perempuan yanb baru ditinggal suaminya karena meninggal atau cerai), thalak (perceraian), khulu’, ilaa’ dan hukum susuan; hukum melamar, mahar (mas kawin), larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya; hukum perang.

Kisah-kisah:
Kisah penciptaan Nabi Adam a.s.; kisah Nabi Ibrahim a.s.; kisah Nabi Musa a.s. dengan Bani Israil.

Sifat-sifat orang yang bertakwa; sifat orang-orang munafik; sifat-sifat Allah; perumpamaan-perumpamaan; kiblat, kebangkitan sesudah mati.

Audi Yudhasmara

KORAN ANAK INDONESIA, Yudhasmara Publisher

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta PusatPhone : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com

http://korananakindonesia.wordpress.com/

Koran Anak Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved

Filed under: 1-PENDIDIKAN, 1.j.Pendidikan Agama Islam Tagged: Surah Al Baqarah : Surah Terpanjang dalam Al Quran

Posted by: rajaplagiat | August 25, 2010

Kehebatan dan Keutamaan Surat Al Fatihah

Kehebatan dan Keutamaan Surat Al Fatihah


Surah Al-Fatihah adalah surah pertama dalam al-Qur’an. Al Fatihah dalam. Bahasa Arab: الفاتح yang berarti “Pembukaan”. Surah ini diturunkan di Mekah dan terdiri dari 7 ayat. Al-Fatihah merupakan surah yang pertama-tama diturunkan dengan lengkap diantara surah-surah yang ada dalam Al-Qur’an. Surah ini disebut Al-Fatihah atau Pembukaan, karena dengan surah inilah dibuka dan dimulainya Al-Quran. Dinamakan Ummul Qur’an (induk Al-Quran/أمّ القرءان) atau Ummul Kitab (induk Al-Kitab/أمّ الكتاب) karena dia merupakan induk dari semua isi Al-Quran. Dinamakan pula As Sab’ul matsaany tujuh yang berulang-ulang/السبع المثاني karena jumlah ayatnya yang tujuh dan dibaca berulang-ulang dalam salat

Fadhilah dan Khasiat Al Fatihah

Nabi Muhammad s.a.w. pernah bersabda yang bermaksud:

“Membaca Fatihah Al-Quran pahalanya seperti sepertiga Al-Quran”

Juga Nabi Muhammad s.a.w.bersabda:

“Surat Al-Fatihah adalah untuk apa ia dimaksudkankan dalam bacaannya.” dan

“Fatihah itu pembukaan maksud bagi orang-orang mukmin.”

                        Sesiapa membaca surah Al-Fatihah dalam keadaan berwuduk sebanyak 70 kali setiap hari selama tujuh hari lalu ditiupkan pada air yang suci lalu diminum maka ia akan memperolehi ilmu dan hikmah serta hatinya dibersihkan dari fikiran rosak.

                        Diantara khasiat Fatihah ialah siapa yang membaca ‘Al-Fatihah’ diwaktu hendak tidur, Surah ‘Al-Ikhlas’ sebanyak 3 kali dan Mu’awwidzatain maka ia akan aman dari segala hal selain ajal. Dan siapa berhajat (berkeinginan sesuatu) kepada Allah s.w.t.maka olehnya dibaca surah Al-Fatihah sebanyak 41 kali diantara sembahyang sunat Subuh dan sembahyang fardu Subuh sampai 40 hari (tidak Lebih) kemudian memohon kepada Allah s.w.t. maka Insyaallah ia penuhi keperluan hidupnya.

Barangsiapa membaca Fatihah berserta Bismillah diantara sunat Subuh dan fardu Subuh dengan Istiqomah maka kalau ia inginkan pangkat terkabullah ia dan kalau ia fakir maka akan kaya serta jika ia punya hutang maka mampu membayanrnya dan kalau ia sakit maka akan sembuh serta kalau ia punya anak maka anaknya itu menjadi anak yang soleh, berkat surah Al-Fatihah.

Barangsiapa mengamalkan bacaan Al-Fatihah sebanyak 20kali setiap selesai sembahyang fardu lima waktu maka Allah s.w.t. luaskan rezekinya, baiki akhlaknya, mudahkan urusannya, hilangkan keperihatinannya dan kesusahannya, anugerahkan apa yang ia angan-angankan, dapatkan berbagai berkat dan kemuliaan, jadikan ia berwibawa, berpangkat luhur, berpenghidupan baik dan ia pula anak-anaknya terlindung dari kemudharatan dan kerosakan serta dianugerahkan kebahagiaan dan sebagainya.

Barangsiapa mengamalkan bacaan Al-Fatihah sebanyak 125 kali selesai sembahyang Subuh maka ia peroleh maksudnya dan ia ketemukan apa yang dicari-cari serta sebaiknya ia panjatkan doa yang bermaksud:

          “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu dengan kebenaran Surah Al-Fatihah dan rahsianya, supaya dimudahkan bagiku semua urusanku, sama ada urusan dunia atau urusan akirat, supaya dimakbulkan permohonanku dan ditunaikan hajatku………..”

Barangsiapa mengamalkan bacaan Al-Fatihah diwaktu sahur (tengah malam) sebanyak 41 kali maka Allah s.w.t.bukakan pintu rezekinya dan Dia mudahkan urusannya tanpa kepayahan dan kesulitan. Selesai bacaan Al-Fatihah tersebut dan sebaiknya berdoa:

          “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu dengan kebenaran surah Al-Fatihah dan rahsianya, supaya Engkau bukakan bagiku pintu-pintu rahmatMu, kurnia-Mu dan rezeki-Mu. Dan Engkau mudahkan setiap urusanku, murahkanlah bagiku rezekiMu yang banyak lagi berkat tanpa kekurangan dan tanpa susah payah, sesungguhnya Engkau berkuasa atas setiap sesuatu. Aku mohon kepada-Mu dengan kebenaran surah Al-Fatihah dan rahsianya, berikan apa yang kuhajati……..”

Diriwayatkan dari Syeikh Muhyiddin Ibnul Arabi didalam kitab ‘Qaddasallaahusirrahu’:

“Siapa yang punya maksud maka sebaiknya ia membaca surat Al-Fatihah sebanyak 40 kali sehabis sembahyang Maghrib dan sunatnya, selesai itu ia ajukan permohonan hajatnya kepada Allah s.w.t.”

Surat Al-Fatihah boleh mengubati penyakit mata, sakit gigi, sakit perut dan lain-lainnya dengan dibacakan sebanyak 41 kali.

Ikhtiar mengubati penyakit : Baca SurahAl-Fatihah sebanyak 40 kali pada tempat berisi air, lalu air itu diusap-usapkan pada kedua belah tangan, kedua belah kaki, muka, kepala dan seluruh badan, allu diminum, Insyaallah menjadi sembuh.

Kalau Surah Al-Fatihah itu ditulis dengan huruf-huruf terpisah lalu dileburkan dengan air suci dan diminumkan kepada sisakit, maka dengan iradah Allah s.w.t. ia akan sembuh.

Ikhtiar menghilangkan sifat pelupa: Tulislah surat Al-Fatihah dengan huruf Arab pada tempat putih dan suci lalu dihapuskan dengan air dan diberi minum pada orang yang pelupa, maka ia akan hilang sifat pelupanya dengan izin Allah s.w.t.

Mengubati sakit disebabkan oleh sengatan kala: Ambil sebuah tempat bersih lalu diisi air dan sedikit garam lalu dibacakan padanya Surah Al-Fatihah sebanyak 7 kali lalu diberi minum pada orang yang tersengat kala itu, Insyaallah ia akan sembuh.

Mengubati sakit gigi dan lain-lain: Untuk dirinya sendiri = letakkan jari pada tempat yang sakit lalu membaca Al-Fatihah dan berdoa sebanyak 7 kali:

           “Ya Allah, hilangkan daripada keburukan dan kekejian yang aku dapati dengan doa Nabi-Mu yang jujur (al- Amin) dan tetap disisi-Mu”.

Mengubati penyakit gigi orang lain: selesai membaca Al-Fatihah maka berdoa 7 kali:

           “Ya Allah, hilangkan daripada orang ini keburukan dan kekejian yang aku dapati dengan doa Nabi-Mu yang jujur (al- Amin) dan tetap disisi-Mu”.

Adapun faedah dan khasiat dari Surah Al-Fatihah ialah menyembuhkan penyakit mata yang kabur (rabun)

Sabda Nabi Muhammad s.a.w.”

“Barangsiapa yang ingin menyembuhkan kelemahan pandangannya (kabur/rabun) maka hendaklah dilakukan:

Memandang bulan pada awal bulan, jika tidak kelihatan atau terhalang oleh awan dan lain-lain hal, lakukan pada malam kedua, juga tidak dapat, cuba pada malam ketiga atau begitu seterusnya hingga nampak kelihatan bulan itu.

Apabila telah kelihatan, hendaklah ia menyapukan tangan kanannya kemata dengan membaca Al-Fatihah sebanyak 10 kali.

Sesudah itu mengucapkan pula sebanyak 7 kali doa ini:

          “Al-Fatihah itu menjadi ubat tiap-tiap penyakit dengan rahmat Mu ya Tuhan yang pengasih penyayang.”

Lalu mengucapkan “Yaa Rabbi” sebanyak 5 kali.

Terakhir mengucapkan pula doa ini sebanyak 1 kali:

           “Ya Allah sembuhkanlah, Engkaulah yang menyembuhkan, Ya Allah sihatkanlah, Engkaulah yang menyihatkan”

Unsur Pokok

Keimanan

Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa terdapat dalam ayat 2, dimana dinyatakan dengan tegas bahwa segala puji dan ucapan syukur atas suatu nikmat itu bagi Allah, karena Allah adalah Pencipta dan sumber segala nikmat yang terdapat dalam alam ini. Diantara nikmat itu ialah : nikmat menciptakan, nikmat mendidik dan menumbuhkan, sebab kata Rabb (ربّ) dalam kalimat Rabbul-’aalamiin (ربّ العالمين) tidak hanya berarti Tuhan atau Penguasa, tetapi juga mengandung arti tarbiyah (التربية) yaitu mendidik dan menumbuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa segala nikmat yang dilihat oleh seseorang dalam dirinya sendiri dan dalam segala alam ini bersumber dari Allah, karena Tuhan-lah Yang Maha Berkuasa di alam ini. Pendidikan, penjagaan dan Penumbuhan oleh Allah di alam ini haruslah diperhatikan dan dipikirkan oleh manusia sedalam-dalamnya, sehingga menjadi sumber pelbagai macam ilmu pengetahuan yang dapat menambah keyakinan manusia kepada keagungan dan kemuliaan Allah, serta berguna bagi masyarakat. Oleh karena keimanan (ketauhidan) itu merupakan masalah yang pokok, maka didalam surat Al-Faatihah tidak cukup dinyatakan dengan isyarat saja, tetapi ditegaskan dan dilengkapi oleh ayat 5, yaitu : Iyyaaka na’budu wa iyyaka nasta’iin/إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِين (hanya kepada Engkau-lah kami menyembah, dan hanya kepada Engkau-lah kami mohon pertolongan). Janji memberi pahala terhadap perbuatan yang baik dan ancaman terhadap perbuatan yang buruk.

Yang dimaksud dengan Yang Menguasai Hari Pembalasan ialah pada hari itu Allah-lah yang berkuasa, segala sesuatu tunduk kepada kebesaran-Nya sambil mengharap nikmat dan takut kepada siksaan-Nya. Hal ini mengandung arti janji untuk memberi pahala terhadap perbuatan yang baik dan ancaman terhadap perbuatan yang buruk. Ibadat yang terdapat pada ayat 5 semata-mata ditujukan kepada Allah.

Hukum-hukum

Jalan kebahagiaan dan bagaimana seharusnya menempuh jalan itu untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Maksud “Hidayah” disini ialah hidayah yang menjadi sebab dapatnya keselamatan, kebahagiaan dunia dan akhirat, baik yang mengenai kepercayaan maupun akhlak, hukum-hukum dan pelajaran.

Kisah Nabi dan Cerita Seputar Al Fatihah

Kisah para Nabi dan kisah orang-orang dahulu yang menentang Allah. Sebahagian besar dari ayat-ayat Al -Quran memuat kisah-kisah para Nabi dan kisah orang-orang dahulu yang menentang. Yang dimaksud dengan orang yang diberi nikmat dalam ayat ini, ialah para Nabi, para shiddieqiin/صدّيقين (orang-orang yang sungguh-sungguh beriman), syuhadaa’/شهداء (orang-orang yang mati syahid), shaalihiin/صالحين (orang-orang yang saleh). Orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat, ialah golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.

Perincian dari yang telah disebutkan diatas terdapat dalam ayat-ayat Al Quran pada surat-surat yang lain.

Al-Fatihah dalam Salat

Al-Fatihah merupakan satu-satunya surah yang dipandang penting dalam salat. Salat dianggap tidak sah apabila pembacanya tidak membaca surah ini.[4] Dalam hadits dinyatakan bahwa salat yang tidak disertai al-Fatihah adalah salat yang “buntung” dan “tidak sempurna”. Walau begitu, hal tersebut tidak berlaku bagi orang yang tidak hafal Al-Fatihah. Dalam hadits lain disebutkan bahwa orang yang tidak hafal Al-Fatihah diperintahkan membaca:

“Maha Suci Allah, segala puji milik Allah, tidak ada tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar, tidak ada daya dan kekuatan kecuali karena pertolongan Allah.”

Dalam pelaksanaan salat, Al-Fatihah dibaca setelah pembacaan Doa Iftitah dan dilanjutkan dengan “Amin” dan kemudian membaca ayat atau surah al-Qur’an (pada rakaa’at tertentu). Al-Fatihah yang dibaca pada rakaat pertama dan kedua dalam salat, harus diiringi dengan ayat atau surah lain al-Qur’an. Sedangkan pada rakaat ketiga hingga keempat, hanya Al-Fatihah saja yang dibaca.

Disebutkan bahwa pembacaan Al-Fatihah seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad adalah dengan memberi jeda pada setiap ayat hingga selesai membacanya, misal:

Bismillāhir rahmānir rahīm (jeda) Alhamdu lillāhi rabbil ʿālamīn (jeda) Arrahmānir rahīm (jeda) Māliki yaumiddīn (jeda) dan seterusnya.

Selain itu, kadang bacaan Nabi Muhammad pada ayat Maliki yaumiddīn dengan ma pendek dibaca Māliki yaumiddīn dengan ma panjang.

Dalam salat, Al-Fatihah biasanya diakhiri dengan kata “Amin”. “Amin” dalam salat Jahr biasanya didahului oleh imam dan kemudian diikuti oleh makmum. Pembacaan “Amin” diharuskan dengan suara keras dan panjang. Dalam hadits disebutkan bahwa makmum harus mengucapkan “amin” karena malaikat juga mengucapkannya, sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa “amin” diucapkan apabila imam mengucapkannya.

Pembacaan Al-Fatihah dan surah-surah lain dalam salat ada yang membacanya keras dan ada yang lirih. Hal itu tergantung dai salat yang sedang dijalankan dan urutan rakaat dalam salat. Salat yang melirihkan seluruh bacaannya (termasuk Al-Fatihah dan surah-surah lain) dari awal hingga akhir salat, disebut Salat Sir (membaca tanpa suara). Salat Sir contohnya adalah Salat Zuhur dan Salat Ashar dimana seluruh bacaan salat dalam salat itu dilirihkan. Selain salat Sir, terdapat pula salat Jahr, yaitu salat yang membaca dengan suara keras. Salat Jahr contohnya adalah salat Subuh, salat Maghrib, dan salat Isya’. Dalam salat Jahr yang berjamaah, Al-Fatihah dan surah-surah lain dibaca dengan keras oleh imam salat. Sedangkan pada saat itu, makmum tidak diperbolehkan mengikuti bacaan Imam karena dapat mengganggu bacaan Imam dan hanya untuk mendengarkan. Makmum dipererbehkan membaca (dengan lirih) apabila imam tidak mengeraskan suaranya.

Sementara dalam Salat Lail, bacaan Al-Fatihah diperbolehkan membaca keras dan diperbolehkan lirih, hal ini seperti yang tertera dalam hadits:

“Rasulullah bersabda, “Wahai Abu Bakar, saya telah lewat di depan rumahmu ketika engkau salat Lail dengan bacaan lirih.” Abu Bakar menjawab, “Wahai Rasulullah, Dzat yang aku bisiki sudah mendengar.” Beliau bersabda kepada Umar, “Aku telah lewat di depan rumahmu ketika kamu salat Lail dengan bacaan yang keras.” Jawabnya, “Wahai Rasulullah, aku membangunkan orang yang terlelap dan mengusir setan.” Nabi SAW. bersabda, “Wahai Abu Bakar, keraskan sedikit suaramu.” Kepada Umar beliau bersabda, “Lirihkan sedikit suaramu.”


Surat Al-Fatihaah ini melengkapi unsur-unsur pokok syari’at Islam, kemudian dijelaskan perinciannya oleh ayat-ayat Al-Quran yang 113 surat berikutnya.

Persesuaian surat ini dengan surat Al Baqarah dan surat-surat sesudahnya ialah surat Al Fatihah merupakan titik-titik pembahasan yang akan diperinci dalam surat Al Baqarah dan surat-surat yang sesudahnya.

Dibahagian akhir surat Al Faatihah disebutkan permohonan hamba supaya diberi petunjuk oleh Tuhan kejalan yang lurus, sedang surat Al Baqarah dimulai dengan penunjukan al Kitaab (Al Quran) yang cukup sempurna sebagai pedoman menuju jalan yang dimaksudkan itu.

Nama Lain Al Fatihah

Selain dinamai Al-Fatihah (Pembuka), surah ini sering juga disebut Fatihatul Kitab (Pembukaan Kitab), Ummul Kitab (Induk Kitab), Ummul Qur’an (Induk Al-Qur’an), As-Sabu’ul Matsani (Tujuh yang Diulang). Selain keempat sebutan tersebut, banyak ulama tafsir yang menyebutnya dengan: Ash-Shalah (Arab: الصلاة, Salat), al-Hamd (Arab: الحمد, Pujian), Al-Wafiyah (Arab: الوافية, Yang Sempurna), al-Kanz (Arab: الكنز, Simpanan Yang Tebal), asy-Syafiyah (Yang Menyembuhkan), Asy-Syifa (Arab: الشفاء, Obat), al-Kafiyah (Arab: الكافية, Yang Mencukupi), al-Asas (Pokok), al-Ruqyah (Mantra), asy-Syukru (Syukur), ad-Du’au (Do’a), dan al-Waqiyah (Yang Melindungi dari Kesesatan).

Audi Yudhasmara

KORAN ANAK INDONESIA, Yudhasmara Publisher

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta PusatPhone : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com

http://korananakindonesia.wordpress.com/

Koran Anak Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved

Filed under: 1-PENDIDIKAN, 1.j.Pendidikan Agama Islam Tagged: Kehebatan dan Keutamaan Surat Al Fatihah

Posted by: rajaplagiat | August 25, 2010

Empat Jalur Alternatif Arus Mudik Di Jawa Tengah

Inilah Empat Jalur Alternatif Mudik DiJawa Tengah

Untuk mengurangi kemacetan lalu lintas selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran 2010, Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah menyiapkan empat ruas jalan alternatif yang bisa dilalui kendaraan roda empat.

Untuk jalur pertama yaitu Solo – Palur – Kebakramat – Sragen, merupakan alternatif bagi pengguna jalan dari Solo – Surabaya atau sebaliknya, kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Kabupaten Karanganyar Nunung Susanto, kepada wartawan di Karanganyar, Sabtu.

Untuk pemakaian jalan dari arah Solo menuju Tawangmangu atau Magetan (Jawa Timur), jalur alternatif Karanganyar – Tanggul – Matesih – Karanglo – Tawangmangu, dan Solo – Karanganyar – Karangpandan – Tawangmangu – Matesih serta Solo – Karanganyar – Karangpandan – Magetan – Madiun dan jalur ini bisa menjadi alternatif saat ada kemacetan.

“Diperkirakan ada sejumlah titik pada jalur Solo – Tawangmangu akan mengalami kemacetan saat masyarakat merayakan Lebaran 2010. Untuk titik kemacetan itu diperkirakan terjadi di dekat pos retribusi Sumokado (Tawangmangu). Ini terjadi biasanya pada H-1 sampai H+ 2 dan kemacetan itu biasanya sampai kelokan Kali Samin,” katanya.

Untuk mengatasi kemacetan di Sumokado, menurut Nunung, nantinya akan diberlakukan sistem buka-tutup. Upaya lain yakni mengalihkan kendaraan dari arah bawah (Sumukado) bergerak lurus menanjak sehingga tembus di sekitar tempat wisata Tawangmangu.

Titik lain yang diperkirakan macet yakni di depan Pasar Tawangmangu. Khusus titik sekitar pasar, rekayasa lalu lintas yang diupayakan petugas dengan cara kendaraan dari Tawangmangu dan Magetan (Jawa Timur) yang menuju ke Solo, akan diarahkan melalui jalur Tawangmangu – Karanglo – Matesih – Karanganyar.

Dalam operasional di lapangan nanti, imbuh Nunung, pihaknya bersama Polres Karanganyar akan menempatkan sejumlah petugas dari Dishubkominfo, Polres, dan aparat terkait lain. Selain di sekitar daerah wisata Tawangmangu, titik kemacetan lain yang diperkirakan masih terjadi adalah di sekitar perlintasan palang pintu palang kereta api

Sumber : antara

Audi Yudhasmara

KORAN ANAK INDONESIA, Yudhasmara Publisher

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta PusatPhone : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com

http://korananakindonesia.wordpress.com/

Koran Anak Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved

Filed under: BERITA TERKINI, informasi penting Tagged: empat jalur alternatif arus mudik di jawa tengah

Posted by: rajaplagiat | August 24, 2010

Pengalaman Luar biasa di Melbourne Australia

Pengalaman Luar biasa di Melbourne Australia

Melbourne merupakan labirin jalan-jalan kecil tersembunyi, bar-bar yang mewah, beragam restoran eksklusif dan butik-butik terpencil. Di sini bisa menghayati budaya yang ada, menjejakkan kaki di lapangan olahraga, mencicipi anggur dan hidangan yang dinamis, bergoyang hingga pagi menjelang atau menjelajahi taman dan bulevar yang rindang. Federation Square, adalah ruang budaya ciri khas kota ini, dan nikmati bir saat senja menjelang di promenade St Kilda. Belanja sepuasnya di Brunswick Street yang bergaya atau Chapel Street yang berkelas. Jelajahi kafe, bistro dan bar di Southbank dan nikmati wisata kuliner dunia di Carlton, Richmond dan Fitzroy. Aboriginal Heritage Walk adalah pengalaman luar biasa menyusuri Royal Botanic Garden dan bergabung dengan keramaian di Melbourne Cricket Ground.

Pengalaman  Luarbiasa Melbourne

  • Nikmati kelezatan kulinernya  Hirup aroma kopi yang mantap di jalanan ala gotik Eropa di Melbourne. Kota ini terkenal akan kopinya serta budaya kafe masa lalu, dan masih banyak lagi yang perlu dijelajahi. Begitu selesai menikmati kopi ‘short black’ atau minuman penggugah selera di siang hari, selanjutnya menyeruput teh di hotel abad kesembilan belas, atau bersantap di restoran ternama seperti Nobu, Botanical dan Becco. Membeli buah-buahan, sayuran dan hasil laut yang masih segar di Queen Victoria Market pada hari Sabtu, yang terkenal akan keramaiannya serta para seniman jalanan. Menikmati pengalaman luarbiasa di  restoran, kafe, bistro dan bar di Southbank, atau tepat di seberang Sungai Yarra, Federation Square. Berbagai pilihan dalam jagad kuliner multibudaya di Melbourne: Carlton untuk hidangan klasik khas Italia, Richmond untuk masakan Vietnam yang terjangkau dan Fitzroy untuk sajian tapas khas Spanyol.
  • Rasakan keragaman budayanya  Menyaksikan  penampilan Australian Balet, yang berpusat di kota budaya Australia ini. Selanjutnya menikmati pertunjukan musikal yang memukau di Princess Theatre. Bagi pecinta budaya dapat menelusuri koleksi terbaik seni internasional Belahan Dunia Selatan di National Gallery of Victoria. Atau kunjungi Pusat Gambar Bergerak Australia di Federation Square, ‘ruang’ budaya tengaran bagi warga Melbourne. Koleksi kreatif di Pusat Seni Kontemporer Australia di Southbank. Untuk mengetahui lebih banyak tentang warisan budaya suku Aborigin di Melbourne, dapat disaksikan seni kontemporer dan Dreamtime atau ikuti Aboriginal Heritage Walk melintasi Royal Botanic Gardens
  • Nikmati olahraga sepuasnya   Pengalaman luarbiasa lainnya adalah  menyaksikan pertandingan Australian Rules Football di Melbourne Cricket Ground selama musim dingin. Puaskan kecintaan Anda akan kriket selama musim panas, saat kota ini menyelenggarakan The Ashes dan One Day International. Atau bergabung dengan ramainya penonton yang menyaksikan pertandingan Tenis Terbuka Australia di tepi sungai Yarra. Jika Anda adalah penggemar balap mobil, datanglah ke Melbourne pada bulan Maret untuk menyaksikan balap Grand Prix Formula 1 di Albert Park. Dan bila Anda penggemar balap kuda atau sekedar ingin bertaruh, Anda pasti tak ingin ketinggalan balap kuda terbesar di dunia pada hari Selasa pertama di bulan November, yakni Melbourne Cup
  • Belanja sepuasnya   Pengalaman luarbiasa bagi penggila belanja adalah tawar-menawar di pasar Rose Street Artist’s Market dan telusuri butik-butik bergaya di Brunswick Street. Membeli busana bermerek dari para perancang ternama seperti Akira Isogawa dan Zimmerman di Chapel Street di Prahran atau di Melbourne General Post Office yang bersejarah, yang meliputi satu blok kota yang utuh. Untuk segala hal mulai dari fesyen hingga perabot dengan harga yang fantastis, kunjungi Bridge Road di Richmond. Melbourne adalah surga bagi penggemar belanja, tempat bernaungnya butik-butik ekletik, fesyen papan atas, toko-toko peralatan rumah tangga yang unik, serta piazza bergaya Eropa di arkadia kota dan di jalan-jalan kecil tersembunyi.
  • Singgah di bar dan bergoyang hingga fajar tiba  Pengalaman luarbiasa yang sulit dilupakan adalah menikmati koktail dalam sebuah peti kemas laut yang sudah disulap sedemikian rupa di Chinatown, menikmati bir di salah satu pub di St Kilda saat senja menjelang atau mendengarkan kabaret dalam suasana retro mewah di bar-bar bernuansa jazz di tengah kota. Menikmati tapas yang luar biasa dan anggur eksotis dalam sebuah bar di Little Collins Street dan berbaur dalam ruang bernuansa merah muda dengan rumput tiruan di Bourke Street. Setipa orang  bisa berpesta mulai senja di berbagai bar di Brunswick Street. Atau bergoyang hingga fajar menjelang di bar-bar di sepanjang jalan bercahayakan lentera, terpisahkan dari lampu warna-warni di bawah pintu kuningan yang besar.

 

sumber :   http://www.australia.com/  dan bebagai sumber lainnya

Audi Yudhasmara

KORAN ANAK INDONESIA, Yudhasmara Publisher 

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta PusatPhone : (021) 70081995 – 5703646 

email : judarwanto@gmail.com  http://korananakindonesia.wordpress.com/ 

Koran Anak Indonesia  Network  Information Education Network. All rights Reserved

Filed under: 9D-KELILING DUNIA, 9D.b.Eropa-Australia, 9E-BUDAYA DAN KEBUDAYAAN, 9E.b.Budaya Dunia Internasional Tagged: Pengalaman Luar biasa di Melbourne Australia

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.