Posted by: rajaplagiat | August 24, 2010

Surat Wasiat Sang Kakek

Sebuah keluarga besar sedang dilanda musibah, karena kakek yang sangat dihormati sedang sakit berat. Dokter mengatakan bahwa sakit sang kakek adalah kanker paru-paru yang hidupnya hanya tergantung bantuan alat napas oksigen.
Karena seperting sudah mendekati ajal pakde Sableng sebagaoi sesepuh keluarga segera mengumpulkan semua keluarga besar untuk mengadakan doa bersama..
Saat memimpin doa, tiba-tiba sang kakek mukanya pucat membiru dan napasnya tersengal-sengal seperti kehabisan napas. Dengan bahasa isyarat sang kakek meniru orang menulis. Pakde Sableng langsung tanggap segera mengambil secarik kertas dan alat tulis.
Dgn nafas tersengal-sengal, sang Kakek menulis surat. Setelahh itu sang kakek memberikan surat kepada Pakde Sableng. Pakde Sableng menyimpan surat di saku, rasanya koq gak tepat kalau membaca surat wasiat saat ini” pikir Pakde Sableng.
Setelah menyimpan surat, pak Mudhin meneruskan doanya. Tidak lama setelah itu Sang Kakek tidak tertolong dipanggil yang maha kuasa, Banyak orang merasa kehilangan karena sang Kakek adalah orang yang sabar, bicara lemah lembut dan pelan.
Pas acara 7 harinya sang kakek, pakde Sableng diundang lagi. Setelah mimpin doa, kemudian teringat bahwa ada surat titipan sang Kakek ketika mendekati ajalnya. “Waduh untung aku masih ingat ada titipan surat sang Kakek”, pikir pakde Sableng
“Saudara-saudaraku sekalian, mohon maaf saya baru teringat bahwa selama ini saya mengantongi surat titipan sang Kakek ketika beberapa detik sebelum meninggali. Karena ini amanat saat belum pernah membaca dan membukanya.
Melihat kakeknya yang sangat bijaksana dan sangat kaya semasa hidupnya, semua keluarga pasti menyangka isinya pasti warisan atau nasihat ke anak cucunya, Sehingga pakde Sableng, segera membacakannya dengan tak sabar. Kemudian pakde Sableng mengambil surat di saku dan membaca di depan semua anggota keluarga ternyata bunyinya:

“Pak De Sableng, Mohon maaf bisakah pakde pindahkan Kakinya karena menginjak selang oksigenku, Napasku Tercekik, pak de. Tolong pakde.

Na da

Audi Yudhasmara

KORAN ANAK INDONESIA, Yudhasmara Publisher

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta PusatPhone : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com

http://korananakindonesia.wordpress.com/

Koran Anak Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved

Filed under: 8-CERITA, 9.i. Teka Teki – Tebakan Tagged: Surat Wasiat Sang Kakek


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: