Posted by: rajaplagiat | August 24, 2010

Kumpulan Cerita Lucu Wiro Sableng

Kumpulan Cerita Lucu Wiro Sableng

 

Request Radio di Bulan Puasa

Wiro Sableng adalah pendengar setia “Radio Gosip”, sedang terlibat percakapan via telepon dengan sang penyiar sekitar jam 4 sore:

Wiro Sableng : “Hallo radio Gosip?”

Penyiar : “Betul, dengan siapa niiiy?”

Wiro Sableng : “Dengan Wiro Sableng.. Boleh request gak?”

Penyiar : “Boleh… Anggi mau request apa?”

Wiro Sableng : “Tolong puterin Adzan Magrib dong!!”

Penyiar : Dasar,….Sableng…Lagi kelaparan ya elo

 

Sopir Sableng

Wiro Sableng : Heh Jak, sekarang susah ya, jadi sopir truk!

Jaka Sembung : Lha, emangnya kenopo?

Wiro Sableng : Ya… kalau bawa truk isi motor, dirampok. Bawa truk isi permen aja dirampok lho! Mana kerjaan saya bawa truk isinya motor!! Gimana ya, saya jadi takut. Mau berhenti nyopir truk gituan lah!

Jaka Sembung : Lho, ntar kamu mau nyopir apaan? Gak dapet kerjaan dong!

Wiro Sableng : Mau nyopir mobil tinja…

Jaka Sembung :  Dasar….sopir sableng

Yatim Piatu dan Ayahnya

Wiro Sableng:  Hai ..Jak! Mana kalimat yang benar?
A. Anak Yatim itu dipukuli ayahnya.
B. Anak yatim itu dipukulkan ayahnya.

Jaka Sembung: Pasti . . . Anak yatim itu dipukuli ayahnya dong!!!

Wiro Sableng: Salah.

Jaka Sembung: Apaan dong!!!

Wiro Sableng: Nggak ada yang bener, anak yatim mana punya ayah…

Jaka Sembung: dasar…. sableng

Wiro Sableng: “Jak, coba tebak orang apa yang kakinya empat?”

Jaka Sembung: “Orang lumpuh …”

Wiro Sableng: “Salah…!”

Jaka Sembung: “Orang aneh…”

Wiro Sableng: “Salah…!”

Jaka Sembung: “Orang apa sich emangnya?”

Wiro Sableng: “Orang bilang sich kuda, kucing, anjing, dll.”

Jaka Sembung: “Yeeeeeeeeeee…!”

Wiro Sableng Lagi kumat Sabarnya

Wiro Sableng saat ini jadi pelayan di sebuah restoran. Ada seorang pelanggan yang sangat mengganggu di sebuah restoran. Pertama, ia meminta Wiro Sableng  sebagai pelayan agar AC diturunkan suhunya karena dia terlalu panas, lalu dia minta suhunya dipanaskan lagi karena terlalu dingin, dan seterusnya sampai sekitar setengah jam.

Anehnya, Wiro Sableng sangat sabar, dia berjalan bolak-balik dan tidak pernah sekalipun marah. Jadi akhirnya, pelanggan kedua bertanya mengapa dia tidak mengusir orang tersebut.

“Oh, aku benar-benar tidak peduli atau memikirkan hal itu,” kata Wiro Sableng sambil tersenyum. “Restoran ini bahkan tidak memiliki AC…”

Dipaksa Mengaku

Ketika sebuah tengkorak manusia purba berhasil diangkat dari lembah Sangiran, kelompok ilmuwan yang meneliti kesulitan untuk menentukan umurnya.

Berbagai tes di laboratorium dilakukan dengan berbagai hasil yang tidak cocok satu dengan yang lainnya. Setelah berjalan enam bulan tanpa hasil, kabar tersebut terdengar oleh pimpinan badan intelijen yang lalu memerintahkan anak buahnya untuk mengambil alih masalah tersebut.

Tiga hari kemudian, dengan bangga ia mengabarkan kepada kelompok ilmuwan tadi bahwa tengkorak itu bernama Phalus Erectus dan umurnya 25.141 tahun 6 bulan 3 hari. Kelompok ilmuwan tersebut heran dan terkagum-kagum.

“Bagaimana anda dapat menentukan nama dan usia tengkorak tersebut sedemikian tepatnya padahal kami sendiri dengan berbagai peralatan canggih tidak memperoleh hasil yang memuaskan?” tanya para ahli tersebut.

Sang perwira dengan bangga menjawab, “Memang anak buah saya sempat memar tinjunya dan tengkorak tersebut tidak kalah parah keadaannya, tetapi akhirnya ia tidak tahan dan mengaku juga.”

Berlari Ke Kantor

Jaka Sembung: “Sableng, dengan apa kau berangkat ke kantor?”
Wiro Sableng: “Lari aku, Jak.”
Jaka Sembung: “Wah, hebat sekali. Nggak takut terlambat?”
Wiro Sableng: “Nggak. Cuma, aku sering dimarahi kondektur. Katanya, ‘Di dalam bus kota dilarang lari-lari!’”
Jaka Sembung : Dasar Sableng, …..

Pemilik Pisau Lipat

Kejadian ini terjadi pada suatu hari di tengah hutan, ketika diadakan pendidikan dasar untuk para pencinta alam. Wiro Sableng  yang saat itu jadi instruktu, menemukan sebuah pisau lipat yang tergeletak di atas tanah. Menurut ketentuan yang berlaku selama pendidikan dasar, barangsiapa yang meninggalkan sesuatu selama perjalanan harus dihukum. Wiro Sableng tersebut dengan segera mengambil pisau lipat tadi dan bermaksud untuk menghukum siswa pendidikan dasar yang telah lalai meninggalkan pisau lipatnya.

Setelah para siswa berkumpul semua, Wiro Sableng dengan nada berwibawa berkata, “Siapa yang merasa kehilangan pisau lipat di tengah perjalanan tadi?” Tak ada satu peserta pun yang berani menjawab.

Kemudian Wiro Sableng menambahkan, “Hayo cepat? saya sebenarnya sudah tahu siapa pemilik pisau lipat ini karena namanya terukir di situ. Tapi saya ingin kejujuran kalian untuk mengaku!” Masih tidak ada jawaban dari peserta.

“Karena tidak ada yang dengan jujur mau mengakui kesalahannya, maka saya akan panggil namanya!!!” Peserta masih saja diam.

Akhirnya Wiro Sableng habis kesabarannya, diambilnya pisau lipat tadi kemudian dengan lantang dia membaca nama yang tertera, “Stain… maju ke depan!” Para siswa saling melirik kalau-kalau ada yang maju ke depan.

Karena tidak ada yang maju ke depan Wiro Sableng berkata lagi, “Saya panggil sekali lagi yang bernama STAINLESS STEEL untuk maju ke depan!!!”

Gembala Kambing Ternyata Sableng Juga

Saat berjalan-jalan di kebun yang luas,Wiro Sableng berpapasan dengan seorang gembala dengan kambingnya. Fulan bertanya dengan takjub.

Wiro Sableng: “Pak, boleh nanya nih?”

Gembala: “Boleh.”

Wiro Sableng: “Kambing-kambing bapak sehat sekali, bapak kasih makan apa?”

Gembala: “Yang mana dulu nih? Yang hitam atau yang putih?”

Wiro Sableng: “Mmmm… Yang hitam dulu deh…”

Gembala: “Oh, kalo yang hitam, dia makannya rumput basah.”

Wiro Sableng: “Ohh… kalo yang putih?”

Gembala: “Yang putih juga…”

Wiro Sableng: “Hmmm… kambing- kambing ini, kuat jalan berapa kilo pak?”

Gembala: “Yang mana dulu nih? Yang hitam atau yang putih?”

Wiro Sableng: “Mmmm yang hitam dulu deh…”

Gembala: “Oh, kalo yang hitam, 4 km sehari.”

Wiro Sableng: “Kalo yang putih?”

Gembala: “Yang putih juga…”

Wiro Sableng mulai gondok…: “Kambing ini, menghasilkan banyak bulu nggak pak, pertahunnya? ”

Gembala: “Yang mana dulu nih? Yang hitam atau yang putih?”

Wiro Sableng: “(dengan kesalnya) Yang hitam dulu deh…”

Gembala: “Oh, yang hitam, banyak… 10 kg/th”

Wiro Sableng: “Kalo yang putih…?”

Gembala: “Yang putih juga”

Wiro Sableng: “BAPAK KENAPA SIH SELALU NGEBEDAIN KAMBING DUA INI, KALO JAWABANNYA SAMA???”

Gembala: “Oh, gini dik, soalnya yang hitam itu, punya saya…”

Wiro Sableng: “Oh gitu pak, maaf kalo saya emosi… kalo yang putih?”

Gembala: “Yang putih juga”

Wiro Sableng: dasar, Sableng juga nih orang

Anak menangis

Wiro Sableng: Bu, dari tadi si Adek nangis terus gak mau berhenti.

Ibu: Ini 1000 perak. Kasih ke dia buat jajan, bilang jangan nangis lagi…

Wiro Sableng: Percuma bu, dia gak bakal mau diam.

Ibu: Dasar anak nakal, di mana sih dia sekarang?

Wiro Sableng: Tuh di dalam sumur.

Kalau Drg Wiro Sableng Sedang Penyuluhan

Drg Wiro Sableng dari kota melakukan penyuluhan kesehatan di suatu Desa.

“Saya ingin tahu se berapa sering bapak2 menggosok gigi ? tanya Drg Wiro Sableng.

Warga 1: (agak malu-malu) “kalo saya sih cukup sekali sehari.”

Warga 2: “Payah! Saya 3 kali sehari!”

Drg Wiro Sableng: “Bagaimana perhitungannya?”

Warga 2: “Pagi hari setelah sarapan, siang hari setelah makan, dan malam hari sebelum tidur.”

Warga 3: “Gitu aja sombong… saya dong 12 kali…”

Drg Wiro Sableng: “Wah… itu bagaimana ngitungnya?”

Warga 3: “Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November, Desember.”

Drg Wiro Sableng: wah…wah…ini dia orang paling Sableng di dunia

Murid Sableng

Wiro Sableng adalah murid Sekolah Dasar yang mempunyai sifat kritis bertanya kepada gurunya.

Wiro Sableng : “Pak, kenapa lambang negara kita burung garuda?”

Guru : “Karena sesuai dengan hari kemerdekaan kita, 17 Agustus 1945, 17 adalah jumlah bulu di sayap, 08 (Agustus) adalah jumlah bulu di ekor, dan 45 adalah jumlah bulu yang berada di leher.”

Wiro Sableng :”Lalu mengapa negara kita merdeka tanggal 17 Agustus bukan tanggal yang lain, tanggal 02 Januari misalnya…?”

Guru : “Ehmmm, kalau kita merdeka tanggal 02 Januari maka lambang negara kita bukan lagi burung garuda melainkan capung, dengan dua sayap dan satu ekor.”

dari berbagai sumber

 

Audi Yudhasmara

KORAN ANAK INDONESIA, Yudhasmara Publisher 

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta PusatPhone : (021) 70081995 – 5703646 

email : judarwanto@gmail.com  http://korananakindonesia.wordpress.com/ 

Koran Anak Indonesia  Network  Information Education Network. All rights

Filed under: 8-CERITA, 8.j.Cerita Lucu Tagged: Kumpulan Cerita Lucu Wiro Sableng


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: