Posted by: rajaplagiat | August 23, 2010

Fakta Ilmiah Tentang Hujan

Fakta Ilmiah Tentang Hujan

Hujan adalah hasil kondensasi uap air di atmosfer yang jatuh ke bumi. Penjelasan rumit tentang mekanismenya pertama kali diperkenalkan oleh metereolog Swedia, Tor Bergeron. Karena itu, mekanisme hujan kerap disebut proses Bergeron. Penjelasan sederhananya, ini adalah siklus hidrologi alam. Ketika air laut menguap, akan terbentuk awan. Kemudian air jatuh ke bumi dan akhirnya kembali ke laut lewat sungai dan kali.Uap air dari proses pernapasan tumbuhan menyumbang kelembapan di atmosfer. Materi partikel yang dihasilkan emisi kendaraan dan polusi asap pabrik juga dapat membentuk nukleus kondensasi awan, alias dapat menggiring pembentukan awan dan meningkatkan kemungkinan hujan.

  • Penelitian membuktikan polusi yang terkumpul dari kendaraan dan industri di Amerika Serikat terakumulasi setiap Sabtu, sehingga peluang terjadinya hujan pada hari itu 22 persen lebih tinggi dibanding hari lainnya. Hujan lebih sering terjadi di hari kerja daripada di akhir pekan. Penelitian menunjukkan badai musim panas di Amerika Serikat bagian tenggara menghasilkan lebih banyak hujan di pertengahan pekan ketimbang di akhir pekan. Penyebabnya diduga polusi dari kemacetan berat yang terjadi setiap hari dan masa operasional bisnis. Penelitian itu dilakukan ilmuwan atmosfer Mr Thomas Bell dari Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard milik NASA di Greenbelt.
  • Semua ahli cuaca dan iklim telah lama sepakat bahwa uap air yang terkandung di atmosfer naik sekitar 7 persen setiap kenaikan suhu global satu derajat Celcius. Namun, hasil pemodelan iklim dengan komputer rata-rata menunjukkan uap air yang turun menjadi hujan hanya naik 1 hingga 3 persen dengan kenaikan suhu yang sama. Karena itu, para peneliti berasumsi bahwa perbedaan ini karena proses terbentuknya hujan dan penguapan berjalan lebih lambat.
  • Kebanyakan pemodelan cuaca tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi. Saat digunakan untuk simulasi cuaca dalam 2 dekade terakhir, model-model tersebut tidak begitu mempertimbangkan perubahan curah hujan dan mengabaikan perubahan ekstrim seperti El Nino yang terjadi tahun 1998.
  • Rintik hujan yang jatuh pada atap, jalanan, dan payung memiliki ukuran yang beragam. Penjelasan tentang hal itu ternyata lebih sederhana dari yang diduga para ilmuwan selama ini. Teori awal mengatakan perbedaan ukuran terjadi lewat proses bertabrakannya sejumlah tetesan air hujan dengan tetesan lain selama turun ke bumi, sehingga terbentuk tetesan yang lebih besar.
  • Menurut penelitian terkini yang dimuat dalam jurnal Nature Physics yang dikeluarkan Emmanuael Villermaux dan Benjamin Bossa asal Universitas Aix-Marseille, Prancis, belum lama ini, kondisi tersebut sangat sulit terjadi. Rintik hujan haruslah berada cukup dekat untuk bertabrakan dengan yang lain dan juga membutuhkan waktu yang cukup lama.
  • Setelah menganalisa film berkecepatan tinggi jatuhnya air hujan, Villermaux dan Bossa mengeluarkan teori baru. Saat diliput tim LiveScience, mereka mengatakan tetesan air hujan membentuk beberapa gerakan berubah bentuk di udara dan “meledak” menjadi percikan beragam ukuran.
  • Secara mikroskopis gumpalan air berbentuk bola jatuh dari awan dan menjadi pipih seperti bentuk kue dadar. Dalam beberapa detik, gumpalan itu melebar dan menipis sebelum akhirnya berubah bentuk kembali menjadi seperti kantong belanjaan terbalik. Pada akhirnya kantong itu terpecah setelah mencapai bentuk tertentu

  • Awan hujan pun dapat ditemui pada ketinggian 10.000 meter.
  • Dalam satu detik, kira-kira 16 juta ton air menguap dari bumi.
  • Jumlah ini sama dengan jumlah air yang turun ke bumi dalam satu detik. Dalam satu tahun, diperkirakan jumlah ini akan mencapai 505×1012 ton. Air terus berputar dalam daur yang seimbang berdasarkan “takaran”.
  • Butiran air hujan berubah bentuk ratusan kali tiap detik.
  • Rata-rata kecepatan jatuhnya air hujan hanyalah 8-10 km/jam.
  • Air jatuh ke bumi dengan kecepatan yang rendah karena titik hujan memiliki bentuk khusus yang meningkatkan efek gesekan atmosfer dan membantu hujan turun ke bumi dengan kecepat-an yang lebih rendah. Andaikan bentuk titik hujan berbeda, atau andaikan atmosfer tidak memiliki sifat gesekan (bayangkan jika hujan terjadi seperti gelembung air yang besar yang turun dari langit), bumi akan menghadapi kehancuran setiap turun hujan.
  • Ketinggian minimum awan hujan adalah 1.200 meter.
  • Efek yang ditimbulkan oleh satu tetes air hujan yang jatuh dari ketinggian tersebut sama dengan benda seberat 1 kg yang jatuh dari ketinggian 15 cm.
  • Kalau butiran air hujan itu dibekukan akan membentuk keping kristal yg indah, tidak seperti air biasa yang di bekukan di freezer / kulkas.
  • Setelah hujan turun, tanah, ilalang, rerumputan akan mengeluarkan bau wangi yg khas, senyawa ini dinamakan ‘petrichor’.
  • Dan fakta terakhir yang paling misterius dan mengejutkan ilmuan. Hujan memiliki kemampuan untuk menghipnotis manusia untuk me-resonansi-kan ingatan masa lalu. Dan tanpa bisa mendapatkan bukti ilmiah, para ilmuan hanya bisa menyimpulkan “Di dalam hujan, ada lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yg rindu
  • Tidak semua air hujan sampai ke permukaan bumi. Ada butiran air hujan menguap di perjalanan ketika bertemu dengan udara dingin. Hujan seperti ini disebut virga, yang sering terjadi di wilayah gurun pasir yang kering dan panas.
  • Dari jenis besar curah jatuhannya, hujan dikategorikan menjadi enam jenis: hujan sangat ringan (curah hujan <0,25 milimeter per jam), hujan ringan (0,25 mm per jam), hujan sedang (1,0-4,0 mm per jam), hujan deras (4,0-16,0 mm per jam), hujan sangat deras (16-50 mm per jam), dan hujan ekstrem (>50 mm per jam

 sumber : livescience dan berbagai sumber lainnya

Audi Yudhasmara

KORAN ANAK INDONESIA, Yudhasmara Publisher

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta PusatPhone : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com

http://korananakindonesia.wordpress.com/

 

 

 

 

Koran Anak Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved

Filed under: 1-PENDIDIKAN, 2-PENGETAHUAN, 2.a.Fenomena Alam, Fakta dan Mitos Tagged: Fakta Ilmiah Tentang Hujan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: