Posted by: rajaplagiat | August 22, 2010

Surah Yasin, Kehebatan dan Keutamaannya

Surah Yasin Kehebatan dan Keutamannya

Surah Ya Sin (bahasa Arab:يس) adalah surah ke-36 dalam al-Qur’an. Surah ini terdiri atas 83 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-Jinn. Dinamai Ya Sin karena dimulai dengan huruf Ya Sin. Sebagaimana halnya arti huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan beberapa surat Al-Quran, maka demikian pula arti Ya Sin yang terdapat pada ayat permulaan surah ini, yaitu Allah mengisyaratkan bahwa sesudah huruf tersebut akan dikemukakan hal-hal yang penting antara lain: Allah bersumpah dengan Al-Quran bahwa Muhammad SAW benar-benar seorang rasul yang diutus-Nya kepada kaum yang belum pernah diutus kepada mereka rasul-rasul.

Pokok-pokok isi

Keimanan: Bukti-bukti adanya hari berbangkit; Al Quran bukanlah syair; ilmu, kekuasaan dan rahmat Allah; syurga dan sifat-sifat-Nya yang disediakan bagi orang-orang mukmin; mensucikan Allah dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya; anggota badan manusia menjadi saksi pada hari kiamat atas segala perbuatannya di dunia.

Kisah: Kisah utusan-utusan Nabi Isa a.s dengan penduduk Anthakiyah.

Dan lain-lain: Tidak ada faedah peringatan bagi orang-orang musyrik; Allah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan; semua bintang- bintang di cakrawala berjalan pada garis edar yang telah ditetapkan Allah; ajal dan hari kiamat datangnya secara tiba- tiba; Allah menghibur hati Rasulullah SAW terhadap sikap kaum musyrikin yang menyakitkan hatinya.

Tradisi

Surah ini mempunyai kedudukan tersendiri dalam tradisi kehidupan sebagian umat Islam. Meskipun keabsahan tradisi tersebut diperdebatkan, surah Ya Sin sering dibaca pada waktu-waktu tertentu seperti ketika seseorang sedang menghadapi sakratul maut, malam Jumat, malam Nisfu Sya’ban, tahlil, dan lain sebagainya

KELEMAHAN HADITS-HADITS TENTANG FADHILAH SURAT YASIN.

Kebanyakan umat Islam membaca surat Yasin karena -sebagaimana dikemukakan di
atas- fadhilah dan ganjaran yang disediakan bagi orang yang membacanya.
Tetapi, setelah penulis melakukan kajian dan penelitian tentang
hadits-hadits yang menerangkan fadhilah surat Yasin, penulis dapati Semuanya
Adalah Lemah.

Perlu ditegaskan di sini, jika telah tegak hujjah dan dalil maka kita tidak
boleh berdusta atas nama Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebab
ancamannya adalah Neraka. [Hadits Riwayat Bukhari, Muslim, Ahmad dan
lainnya]

Hadits Dha’if dan Maudhu’

Adapun hadits-hadits yang semuanya dha’if (lemah) dan atau maudhu’ (palsu)
yang dijadikan dasar tentang fadhilah surat Yasin diantaranya adalah sebagai
berikut :

[1]. “Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin dalam suatu malam, maka
ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya dan siapa yang membaca surat
Ad-Dukhan pada malam Jum’at maka ketika ia bangun pagi hari diampuni
dosanya”. [Ibnul Jauzi Al-Maudhu’at 1/247]

Keterangan : Hadits ini Palsu
Ibnul Jauzi mengatakan, hadits ini dari semua jalannya adalah batil, tidak
ada asalnya. Imam Daruquthni berkata : Muhammad bin Zakaria yang ada dalam
sanad hadits ini adalah tukang memalsukan hadits. [Periksa : Al-Maudhu’at,
Ibnul Jauzi, I/246-247, Mizanul I’tidal III/549, Lisanul Mizan V/168,
Al-Fawaidul Majmua’ah hal. 268 No. 944]

[2]. “Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin pada malam hari karena
mencari keridhaan Allah, niscaya Allah mengampuni dosanya”.

Keterangan : Hadits ini Lemah.
Diriwayatkan oleh Thabrani dalam kitabnya Mu’jamul Ausath dan As-Shaghir
dari Abu Hurairah, tetapi dalam sanadnya ada rawi Aghlab bin Tamim. Kata
Imam Bukhari, ia munkarul hadits. Kata Ibnu Ma’in, ia tidak ada apa-apanya
(tidak kuat). [Periksa : Mizanul I’tidal I:273-274 dan Lisanul Mizan I :
464-465]

[3]. “Artinya : Siapa yang terus menerus membaca surat Yasin pada setiap
malam, kemudian ia mati maka ia mati syahid”.

Keterangan : Hadits ini Palsu.
Hadits ini diriwayatkan oleh Thabrani dalam Mu’jam Shaghir dari Anas, tetapi
dalam sanadnya ada Sa’id bin Musa Al-Azdy, ia seorang pendusta dan dituduh
oleh Ibnu Hibban sering memalsukan hadits. [Periksa : Tuhfatudz Dzakirin,
hal. 340, Mizanul I’tidal II : 159-160, Lisanul Mizan III : 44-45].

[4]. “Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin pada permulaan siang (pagi
hari) maka akan diluluskan semua hajatnya”.

Keterangan : Hadits ini Lemah.
Ia diriwayatkan oleh Ad-Darimi dari jalur Al-Walid bin Syuja’. Atha’ bin Abi
Rabah, pembawa hadits ini tidak pernah bertemu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa
sallam. Sebab ia lahir sekitar tahun 24H dan wafat tahun 114H. [Periksa :
Sunan Ad-Darimi 2:457, Misykatul Mashabih, takhrij No. 2177, Mizanul I’tidal
III:70 dan Taqribut Tahdzib II:22]

[5]. “Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia
membaca Al-Qur’an dua kali”. [Hadits Riwayat Baihaqi dalam Syu’abul Iman].

Keterangan : Hadits ini Palsu.
[Lihat Dha’if Jamiush Shaghir, No. 5801 oleh Syaikh Al-Albani]

[6]. “Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia
membaca Al-Qur’an sepuluh kali”. [Hadits Riwayat Baihaqi dalam Syu’abul
Iman]

Keterangan : Hadits ini Palsu.
[Lihat Dha’if Jami’ush Shagir, No. 5798 oleh Syaikh Al-Albani]

[7]. “Artinya : Sesungguhnya tiap-tiap sesuatu mempunyai hati dan hati
(inti) Al-Qur’an itu ialah surat Yasin. Siapa yang membacanya maka Allah
akan memberikan pahala bagi bacaannya itu seperti pahala membaca Al-Qur’an
sepuluh kali”.

Keterangan : Hadits ini Palsu.
Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (No. 3048) dan Ad-Darimi 2:456. Di
dalamnya terdapat Muqatil bin Sulaiman. Ayah Ibnu Abi Hatim berkata : Aku
mendapati hadits ini di awal kitab yang di susun oleh Muqatil bin Sulaiman.
Dan ini adalah hadits batil, tidak ada asalnya. (Periksa : Silsilah Hadits
Dha’if No. 169, hal. 202-203) Imam Waqi’ berkata : Ia adalah tukang dusta.
Kata Imam Nasa’i : Muqatil bin Sulaiman sering dusta. [Periksa : Mizanul
I’tidal IV:173]

[8]. “Artinya : Siapa yang membaca surat Yasin di pagi hari maka akan
dimudahkan (untuknya) urusan hari itu sampai sore. Dan siapa yang membacanya
di awal malam (sore hari) maka akan dimudahkan urusannya malam itu sampai
pagi”.

Keterangan : Hadits ini Lemah.
Hadits ini diriwayatkan Ad-Darimi 2:457 dari jalur Amr bin Zararah. Dalam
sanad hadits ini terdapat Syahr bin Hausyab. Kata Ibnu Hajar : Ia banyak
memursalkan hadits dan banyak keliru. [Periksa : Taqrib I:355, Mizanul
I’tidal II:283]

[9]. “Artinya : Bacakanlah surat Yasin kepada orang yang akan mati di antara
kamu”.

Keterangan : Hadits ini Lemah.
Diantara yang meriwayatkan hadits ini adalah Ibnu Abi Syaibah (4:74 cet.
India), Abu Daud No. 3121. Hadits ini lemah karena Abu Utsman, di antara
perawi hadits ini adalah seorang yang majhul (tidak diketahui), demikian
pula dengan ayahnya. Hadits ini juga mudtharib (goncang sanadnya/tidak
jelas).

[10]. “Artinya : Tidak seorang pun akan mati, lalu dibacakan Yasin di
sisinya (maksudnya sedang naza’) melainkan Allah akan memudahkan (kematian
itu) atasnya”.

Keterangan : Hadits ini Palsu.
Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam kitab Akhbaru Ashbahan I :188.
Dalam sanad hadits ini terdapat Marwan bin Salim Al Jazari. Imam Ahmad dan
Nasa’i berkata, ia tidak bisa dipercaya. Imam Bukhari, Muslim dan Abu Hatim
berkata, ia munkarul hadits. Kata Abu ‘Arubah Al Harrani, ia sering
memalsukan hadits. [Periksa : Mizanul I’tidal IV : 90-91]

Penjelasan.

Abdullah bin Mubarak berkata : Aku berat sangka bahwa orang-orang zindiq
(yang pura-pura Islam) itulah yang telah membuat riwayat-riwayat itu
(hadits-hadits tentang fadhilah surat-surat tertentu). Dan Ibnu Qayyim
Al-Jauziyah berkata : Semua hadits yang mengatakan, barangsiapa membaca
surat ini akan diberikan ganjaran begini dan begitu SEMUA HADITS TENTANG ITU
ADALAH PALSU. Sesungguhnya orang-orang yang memalsukan hadits-hadits itu
telah mengakuinya sendiri. Mereka berkata, tujuan kami membuat hadits-hadits
palsu adalah agar manusia sibuk dengan (membaca surat-surat tertentu dari
Al-Qur’an) dan menjauhkan mereka dari isi Al-Qur’an yang lain, juga
kitab-kitab selain Al-Qur’an. [Periksa : Al-Manarul Munffish Shahih
Wadh-Dha’if, hal. 113-115]

Khatimah

Dengan demikian jelaslah bahwa hadit-hadits tentang fadhilah dan keutamaan
surat Yasin, semuanya LEMAH dan PALSU. Oleh karena itu, hadits-hadits
tersebut tidak dapat dijadikan hujjah untuk menyatakan keutamaan surat ini
dan surat-surat yang lain, dan tidak bisa pula untuk menetapkan ganjaran
atau penghapusan dosa bagi mereka yang membaca surat ini. Memang ada
hadits-hadits shahih tentang keutamaan surat Al-Qur’an selain surat Yasin,
tetapi tidak menyebut soal pahala

Audi Yudhasmara

KORAN ANAK INDONESIA, Yudhasmara Publisher

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta PusatPhone : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com

http://korananakindonesia.wordpress.com/

Copyright © 2010, Koran Anak Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved

Filed under: 1.a.Matematika


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: