Posted by: rajaplagiat | August 17, 2010

Revolusi Teknologi Teleskop NASA Dari Hubble Hingga WFIRST

 Revolusi Teknologi Teleskop NASA Dari Hubble Hingga WFIRST

 
Teknologi Teleskop Luar Angkasa sangat menentukan kemajuan pengetahuan  dunia astronomi. Dengan semakin majunya teknologi maka kehebatan teleskop yang dipunyai NASA semakin canggih dari waktu ke waktu. Dalam perjalanan revolusi perkembangan teknologi teleskop itu, telah ditemukan berbagai temuan sangat penting dan sensasional segala kejadian di luar angkasa.  Revolusi teknologi teleskop itu diawali dengan teknologi teleskop Hubble, kemudian  digantikan oleh teleskop James Webb, teleskop Teleskop the Wide-field Infrared Survey Explorer  dan teleskop terkini yang digunakan NASA adalah  Wide-Field Infrared Survey Telescope (WFIRST)

Teleskop Hubble

Selama ini NASA masih menggunakan kecanggihan teleskop Hubble. Teleskop angkasa Hubble adalah sebuah teleskop luar angkasa yang berada di orbit bumi. Nama Hubble diambil dari nama ilmuwan terkenal Amerika, Edwin Hubble yang juga merupakan penemu hukum Hubble. Sebagian besar dari benda-benda angkasa yang telah berhasil diidentifikasi, adalah merupakan jasa teleskop Hubble.

  • Pada tahun 1962, Akademi Sains Nasional Amerika merekomendasikan untuk membangun sebuh teleskop angkasa raksasa.
  • Tiga tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1977, kongres mulai menugumpulkan dana untuk proyek tersebut. Pada tahun yang sama pula, pembuatan teleskop angkasa Hubble segera dimulai.
  • Konstruksi teleskop Hubble, berhasil diselesaikan pada tahun 1985. Hubble di’angkasakan’ untuk pertamakalinya pada tanggal 25 April 1990. Padahal, Hubble direncanakan untuk mulai dioperasikan pada tahun 1986. Tetapi, pengoperasiannya ditunda sementara karena bencana Pesawat Angkasa Challenger. Beberapa tahun setelah dioperasikan, Hubble mengirim gambar yang buram dan tidak jelas. Pada akhirnya NASA menemukan bahwa lensa pada teleskop tersebut bergeser sebanyak 1/50 ketebalan rambut manusia!
  • Pada bulan Desember 1993, Pesawat Ulang-Alik Endeavor, dikirim untuk memodifikasi Hubble dengan menambahkan kamera baru untuk memperbaiki kesalahan pada lensa primernya.

Spesifikasi Teleskop Hubble

  • Ketebalan mencapai 13.1 meter (43.5 kaki), berdiameter 4.27 meter (14.0 kaki) dan memiliki berat 11,000 kilogram. Ukuran Hubble hampir sama dengan sebuah bus sekolah. Juga, perhatikanlah tabung oranye yang ada pada teleskop. Ini adalah sumber tenaga Hubble.
  • Lensa: Lensa primer teleskop Hubble, berdiameter 2.4 m (8 kaki), dan beratnya mencapai 826 kilogram. Lensa ini terbuat dari kaca silika yang dilapisi oleh lapisan tipis aluminum murni untuk merefleksikan cahaya. Selain lapisan aluminum, lensanya juga memiliki lapisan magnesium fluorida yang berguna untuk mencegah oksidasi dan sinar ultraviolet (UV) dari matahari agar lensa tidak cepat rusak.

Cara Kerja

Pertama-tama, Hubble menangkap gambar, setelah diterima oleh teleskop, gambar tersebut akan diubah manjadi kode digital dan diradiasikan ke bumi dengan menggunakan antena yang memiliki kemampuan mengirimkan data 1 juta bit per detik. Setelah kode digital diterima oleh stasiun di bumi, kode itu akan diubah menjadi foto dan spektrograf (sebuah instrumen yang digunakan untuk mencatat spektrum astronomikal). Teleskop ini dapat berjalan 5 mil per detik. Hubble dapat berkeliling lebih dari 150 juta mil per tahun (± 241 juta kilometer). Sejak pertama kali dioperasikan, teleskop ini dikendalikan dari Goddard Space Flight Center di Greenbelt, M.

Prestasi Teleskop Hubble

  • Hubble sangat banyak membantu para ilmuwan dalam mempelajari, mengobservasi dan memahami tentang jagad raya, objek luar angkasa (lubang hitam/black hole, galaksi, bintang), dll. Hubble adalah teleskop angkasa yang berhasil menemukan Xena. planet ke-10 beserta Gabrielle, satelitnya.
  • Selain itu, Hubble juga bayak mengirimkan gambar-gambar yang menakjubkan tentang kejadian-kejadian di luar angkasa seperti; supernova, lahirnya bintang, tabrakan bintang, dll.
  • Gambar sebuah galaksi raksasa tidak dikumpulkan dalam sehari saja. Galaksi Messier 101 (M-101) adalah salah satunya. Gambar galaksi ini merupakan gambar terbesar dan ter-detail dari sebuah galaksi spiral yang pernah dihasilkan oleh Hubble. Gambar galaksi ini terdiri dari 51 bagian. Pada misi kedua di bulan Februari 1997, astronot mengganti sebagian instrumen Hubble dan juga menambahkan selimut baru untuk menjaga Hubble agar tetap hangat. Advance Camera, dipasang pada tahun 2001. Kamera ini dapat mempertajam gambar dan memperlebar sudut pandang kamera. Setelah itu, Wide Field Camera 3, dan Cosmic Origins Spectrograph dipasang pada tahun 2003.
  • Dua misi Hubble yang terakhir adalah pada tahun 2001 dan 2003. Hubble seharusnya akan di non-aktifkan pada akhir tahun 2005. Tetapi, pada bulan Oktober 1997, NASA memutuskan untuk memperpanjang pengoperasian Hubble dari tahun 2005 ke 2010.
  • Hubble akan digantikan oleh teleskop James Webb

Teleskop the Wide-field Infrared Survey Explorer

Peluncuran teleskopthe Wide-field Infrared Survey Explorer  dari Vandenberg Air Force Base, sekitar 159 kilometer timur laut Los Angeles. Teleskop canggih itu akan memantau aktifitas luar angkasa  dalam waktu sekitar 10 milyar tahun, kemajuan teknologi yang sangat besar itu telah menyebabkan kegembiraan besar dalam komunitas astronom.  “Apa yang kami lakukan adalah membuka langit dengan cara yang belum mungkin dilakukan sebelumnya,” Peter Eisenhardt, ilmuwan proyek di NASA’s Jet Propulsion Laboratory di Pasadena, California, kepada The Los Angeles Times.  “Ini akan mengubah gambar dari lingkungan tata surya kita. “Ini akan memberikan ilmuwan untuk belajar banyak hal selama puluhan tahun.”

Menurut laporan, teleskop yang paling sensitif terhadap cahaya  infra-merah, pada panjang gelombang sekitar 5 sampai 33 kali lebih lama dari infra red.
Para ilmuwan mengatakan bahwa benda-benda yang mengeluarkan sinar infra-merah dapat mencakup puluhan ribu asteroid antara Mars dan Jupiter.  Hal ini akan memungkinkan para ilmuwan untuk mengevaluasi apa yang kemungkinan terjadi jika ada, dari tabrakan asteroid dengan Bumi.

Mereka juga mengatakan puluhan bintamng kecil, atau bintang lainnya, mungkin juga terungkap ketika sebuah planet di luar Pluto juga bisa ditemukan.

Meskipun tidak memiliki inframerah sebagai alat sensitif dari NASA’s Spitzer Space Telescope atau European Space Herschel Observator, ilmuwan mengatakanluas pandang dari teleskop akan mampu menampilkan pandangan seluas mungkin.

Wise pendahulu adalah NASA Infrared Astronomical Satellite yang diluncurkan pada tahun 1983, dan menggunakan inframerah, meningkatkan jumlah obyek astronomi hampir tiga perempat kali lipat.  Sementara itu alat itu telah mendeteksi sekitar 350.000 objek baru, termasuk komet dan gumpalan awan debu yang tak terlihat tapi gambar yang diberikan hanya dalam 62 pixel dan memberi kesan redup.

Wide-Field Infrared Survey Telescope (WFIRST)

Teleskop luar angkasa NASA senilai US$1,6 miliar (Rp 14,5 Triliun) akan bisa menangkap materi gelap, dan mengidentifikasi planet mirip bumi beberapa dekade mendatang. Seperti dikutip dari Telegraph, Wide-Field Infrared Survey Telescope (WFIRST) menjadi prioritas bagi astronom ataupun astrofisikawan luar angkasa.

Berdasarkan studi 2 tahun, teleskop yang berukuran 1,5 meter ini akan diluncurkan pada tahun 2020 dan menjadi generasi teleskop paling mengagumkan. Ilmuwan NASA mengatakan teleskop ini akan mengorbit pada titik gravitasi stabil. Teleskop ini menargetkan pencarian planet baru yang bisa didiami di alam semesta, serta menguji batas fisika dasar.

Teleskop ini juga akan mencari jawaban atas pertanyaan dasar soal proses energi gelap dan keberadaan planet di luar sistem tata surya. “Ini terkait dengan apa yang kita cari beberapa dekade lalu dan para ahli dengan percaya diri mengharapkan penemuan baru,” kata Roger Blandford dari Stanford University, California. “Teleskop ini merupakan kekuatan baru untuk mengamati alam semesta dan pemahaman secara keseluruhan,” kata Blandford lagi.

NRC, sebagai bagian dari National Academy of Sciences telah meminta ahli astronomi dan fisikawan melakukan pengecekan 100 rencana NASA dalam mencari nilai ilmiah terbaik. Tindakan ini untuk mengurangi risiko, biaya dan masalah teknis. Teleskop baru ini akan berbasis pada desain kerja sama NASA dan Departemen Energi Amerika Serikat. Proyek tersebut bernama Joint Dark Energy Mission. Rencana ini pernah diumumkan pada 2003 dan direncanakan akan dmulai pada 2009, namun gagal karena masalah biaya

.

dari berbagai sumber

Artikel Terkait lainnya

 

Audi Yudhasmara

KORAN ANAK INDONESIA, Yudhasmara Publisher

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta PusatPhone : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com

http://korananakindonesia.wordpress.com/

 

 

 

 

Copyright © 2010, Koran Anak Indonesia  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved

Filed under: 1-PENDIDIKAN, 2.g.Tata Surya-Alam semesta, 5-TEKNOLOGI, 5.b.Teknologi Masa Depan, 5.c.Teknologi Terkini Tagged: Revolusi Teknologi Teleskop NASA Dari Hubble Hingga WFIRST


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: