Posted by: rajaplagiat | August 17, 2010

R136a1, Bintang Terbesar di Alam Semesta

R136a1, Bintang Terbesar di Alam Semesta Yang Baru Ditemukan

Dengan kecanggihan teknologi astronomi ternyata manusia sudah bisa mengenali berbagai karakteristik bintang. Bahkan dengan teknologi teleskop canggih manusia juga bisa mengenali bintang terbesar yang ada di alam semesta ini. Ilmuwan NASA berhasil menemukan bintang paling besar yang selama ini  pernah dikenal. Bintang terbesar ini besarnya 265 kali dari matahari, Bintang raksasa temuan terbaru ini kemudian dinamakan R136a1.  Hasil penelitian tim ilmuwan Inggris ini bisa ditemukan di Jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society.

Bintang
Bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya. Terdapat bintang semu dan bintang nyata. Bintang semu adalah bintang yang tidak menghasilkan cahaya sendiri, tetapi memantulkan cahaya yang diterima dari bintang lain. Bintang nyata adalah bintang yang menghasilkan cahaya sendiri. Secara umum sebutan bintang adalah objek luar angkasa yang menghasilkan cahaya sendiri (bintang nyata).

Menurut beberapa literatur definisi bintang adalah semua benda masif yang bermassa antara 0,08 hingga 200 massa matahari dan sedang atau pernah melangsungkan pembangkitan energi melalui reaksi fusi nuklir. Bintang katai putih dan bintang neutron yang sudah tidak memancarkan cahaya atau energi tetap disebut sebagai bintang. Bintang terdekat dengan Bumi adalah Matahari pada jarak sekitar 149,680,000 kilometer, diikuti oleh Proxima Centauri dalam rasi bintang Centaurus berjarak sekitar empat tahun cahaya

Bintang Raksasa R136a1

R136a1.jpg

Bintang Raksasa tersebut terletak di Nebula Tarantula dalam Awan Magellan Besar yang seakan tampak sebagai sebuah ‘satelit kecil’ yang mengorbit galaksi Bima Sakti. Penemuan bintang terbesar ini menggunakan European Southern Observatory’s Very Large Telescope di Chile dan data dari Teleskop ruang angkasa Hubble.

Dalam temuan ahli astronomi sebelumnya, bintang terberat adalah berukuran 150 kali massa Matahari. Keadaan ini dianggap mendekati batas ukuran kosmis. Semakin besar bintang tersebut, jumlah energi yang dibuat dalam core mereka meningkat, lebih cepat dari gaya gravitasi. Energi lebih besar dalam inti bintang ini membuat bintang lebih terang.

Di atas luminositas tertentu, aliran energi yang mengalir begitu kuat sehingga membuat bintang terpisah. Fenomena ini dikenal sebagai “Eddington Limit”, setelah Arthur Eddington fisikawan Inggris pada tahun 1919, membuktikan teori relativitas Einstein dengan menunjukkan bahwa cahaya dibengkokkan oleh gravitasi. Ia percaya bahwa batas Eddington dicapai pada sekitar 150 massa matahari.

 Massa bintang R136a1 adalah 265 kali massa matahari. Semakin tua, bintang-bintang besar kehilangan massa mereka lebih cepat karena massa tersebut diubah menjadi energi, R136a1 telah kehilangan 20 persen massanya dalam jutaan tahun hidupnya. Diperkirakan, ukuran awalnya berkisar 320 kali masa matahari. Sebagai perbandingan. matahari telah terbakar selama 4.57 milyar tahun, dan hanya mengkonversi 0.03 persen massanya menjadi energi.

Profesor Paul Crowther Peneliti utama dalam tim Sheffield,mengatakan “Karena kedekatannya dengan Batas Eddington maka mereka kehilangan massa dalam jumlah yang besar.”. Hal ini berarti bintang tersebut sangat cerah dan panas. Bintang R136a1 diyakini memiliki temperatur permukaan lebih dari 40.000 derajat Celcius. Sehingga bintang terbesar itu mempunyai 10 juta kali lebih panas dan lebih terang dari Matahari. Sehingga menurut laporan Astronomy Now, R136a1 mengeluarkan energi lebih besar dari semua bintang dalam Nebula Orion.

Di antara bintang-bintang terbesar yang pernah diketahui sebelumnya adalah Bintang Pistol yang mempunyai berat antara 80 dan 150 massa matahari, dan Eta Carinae, sekitar 100 massa matahari. Bintang Pistol memancarkan energinya dalam 20 detik setara dengan satu tahun pancaran matahari kita. Ternyata, keduanya masih lebih kecil dibanding dengan penemuan baru ini.

Terdapat empat bintang di cluster RCM 136a dengan massa lebih dari 150 Matahari dimana R136a1 adalah salah satunya. Empat bintang ini saja memberikan setengah dari energi dalam cluster keseluruhan, yang berisi total 100.000 bintang. Bintang-bintang besar seperti R136a1 diyakini terbentuk dari beberapa bintang muda yang bergabung, dan hanya ditemukan di inti gugus bintang. Prof Crowther menduga bahwa ukuran sebesar ini adalah hasil maksimal yang dimiliki bintang. Karena kelangkaan itu dia menduhga sangat sulit untuk menemukan bentang terbesar yang melebihi Hyper bintang R136a1.

“Tidak seperti manusia, bintang ini lahir dengan beban berat namun akan kehilangan bobot dalam perkembangannya nanti,” katanya. Ia menambahkan, “Bintang R136a1 berada dalam ‘umur pertengahan’ dan akan mengalami penurunan bobot sekitar lima kali masa awal atau lebih dari 50 kali bobot Matahari.” Karena sangat langka, bintang berbobot tinggi merupakan tantangan bagi para astronom untuk mengidentifikasi asal benda langit ini, ujar Crowther. Raphael Hirschi dari Keele University menambahkan, “Ini merupakan (bintang) bermassa tinggi yang akan mengurangi jarak tahun bumi hingga tiga minggu dan memberikan radiasi ultaviolet sangat intens ke bumi sehingga dapat melenyapkan kehidupan bumi

Perbandingan dengan Matahari

Matahari adalah bintang terdekat dengan Bumi dengan jarak rata-rata 149.680.000 kilometer (93.026.724 mil). Matahari adalah suatu bola gas yang pijar dan ternyata tidak berbentuk bulat betul. Matahari mempunyai katulistiwa dan kutub karena gerak rotasinya. Garis tengah ekuatorialnya 864.000 mil, sedangkan garis tengah antar kutubnya 43 mil lebih pendek. Matahari merupakan anggota Tata Surya yang paling besar, karena 98% massa Tata Surya terkumpul pada matahari.

Matahari terdiri dari inti dan tiga lapisan kulit, masing-masing fotosfer, kromosfer dan korona. Untuk terus bersinar, matahari, yang terdiri dari gas panas menukar zat hidrogen dengan zat helium melalui reaksi fusi nuklir pada kadar 600 juta ton, dengan itu kehilangan empat juta ton massa setiap saat.

Matahari dipercayai terbentuk pada 4,6 miliar tahun lalu. Kepadatan massa matahari adalah 1,41 berbanding massa air. Jumlah tenaga matahari yang sampai ke permukaan Bumi yang dikenali sebagai konstan surya menyamai 1.370 watt per meter persegi setiap saat. Matahari sebagai pusat Tata Surya merupakan bintang generasi kedua. Material dari matahari terbentuk dari ledakan bintang generasi pertama seperti yang diyakini oleh ilmuwan, bahwasanya alam semesta ini terbentuk oleh ledakan big bang sekitar 14.000 juta tahun lalu

sumber dari http://scienceray.com berbagai sumber lainnya

Audi Yudhasmara

KORAN ANAK INDONESIA, Yudhasmara Publisher

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta PusatPhone : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com

http://korananakindonesia.wordpress.com/

 

 

 

 

Copyright © 2010, Koran Anak Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved

Filed under: 1-PENDIDIKAN, 2-PENGETAHUAN, 2.c.Rekor Dunia-Terunik-Teraneh, 2.g.Tata Surya-Alam semesta Tagged: Bintang Terbesar di Alam Semesta, R136a1

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: